Unjuk Karya Ilmiah Para Peneliti Belia

Unjuk Karya Ilmiah Para Peneliti Belia

Unjuk Karya Ilmiah Para Peneliti Belia

Unjuk Karya Ilmiah Para Peneliti Belia

Para peneliti belia unjuk gigi dalam Surabaya Young Scientist Competition 2017 di Convention Hall, Selasa (22/8). Para siswa dari jenjang SMP se-Surabaya itu memamerkan poster konsep karya ilmiah mereka. Setidaknya ada 343 judul penelitian yang dipamerkan 668 peserta.

Kenneth Tandra, misalnya. Siswa kelas VIII SMP Cita Hati West Campus

itu mengusung judul DC Earth Battery as an Unlimited Source of Electricity. Dia bersama Raynard Putera Widjaja bereksplorasi di bidang fisika.

Kenneth menjelaskan, ide yang diusung dilatarbelakangi maraknya penggunaan gadget. Setiap orang yang menggunakan gadget butuh baterai atau sumber energi. Nah, pihaknya berusaha membuat sumber energi alternatif. Bahannya sederhana. Yakni, tanah, nampan es, dan kabel.
Unjuk Karya Ilmiah Para Peneliti Belia
BERBASIS RISET: Dari kiri, Debora Riadi, Kelly Leora, dan Caitlyn Kay dari SMP Cita Hati West Campus mengamati karya ilmiah pelajar pada Surabaya Young Scientists Competition 2017 di Convention Hall. (Dite Surendra/Jawa Pos/JawaPos.com)

Dengan berbagai percobaan, Kenneth bisa membuktikan bahwa alat-alat sederhana i

tu bisa menghasilkan daya listrik hingga 9,2 volt. Konsepnya sederhana. Tanah sebenarnya mengandung elektron yang dihasilkan tumbuhan. Tumbuhan mengeluarkan zat-zat organik yang lantas diproses bakteri. ’’Itu menghasilkan natural electron,’’ katanya.

Hal berbeda dilakukan para siswa dari SMPN 29. Dina Hidayati, Nabiilah Ghinaa Maulivia, Maula Stevany Nurandini, dan Novenya Rahmadani membuat inovasi yang tidak kalah menarik. Terbagi atas dua tim, mereka membuat inovasi di bidang life science dan matematika.

Di bidang life science, mereka membuat sabun dari ekstrak daun keres. Di sekolah

mereka terdapat daun keres yang tumbuh liar dan belum dimanfaatkan. Karena itu, mereka berupaya mengolahnya menjadi sabun. Sabun tersebut lantas dimanfaatkan untuk cuci tangan di wastafel yang tersedia di sekolah.

Di bidang matematika, mereka mengusung karya ilmiah berjudul Cara Mudah dan Menyenangkan Belajar PLSV dengan Menggunakan Media Papan. Tujuannya, mempermudah para siswa ketika belajar persamaan linier satu variabel atau PLSV. Selain fisika, matematika, dan life science, ajang Surabaya Young Scientist Competition 2017 menyajikan lomba di bidang environmental science serta komputer.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan, penelitian menjadi hal penting yang perlu dibiasakan. ’’Karena kita masih lemah di bidang penelitian. Jadi, saya terima kasih pada sekolah dan guru yang membimbing,’’ katanya.

 

Sumber :

https://danuaji.kinja.com/ways-to-spread-environmental-education-online-1835886285