Sumber dan Surat Berharga dalam Pasar Uang

Sumber dan Surat Berharga dalam Pasar Uang

Sumber dan Surat Berharga dalam Pasar Uang

Sumber Dana dalam Pasar Uang

Dalam pasar uang akan dijumpai jual beli surat berharga yang berjangka pendek atau berjangka kurang dari 1 tahun, Dalam jual beli tersebut tentu terdapat penjual dan pembeli, nah dalam pasar uang pihak yang menjual surat berharga merupakan pihak yang membutuhkan uang sedangkan pihak yang membeli surat berharga merupakan pihak yang memiliki uang yang berlebih sehingga berfikir untuk menginvestasikan (membeli) uang berlebih tersebut (iddle money) dalam surat berharga jangka pendek pada pasar uang. Jadi darimanakah sumber dana pasar uang? Sumber dana dalam pasar uang berasal dari pihak-pihak yang memiliki kelebihan uang (iddle money) yang membeli produk-produk dalam pasar uang, lebih jelasnya silahkan baca ilustrasi transaksi di pasar uang. Adapun pihak-pihak tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Dana dari perusahaan-perusahaan (seperti perusahaan manufaktur, perusahaan jasa dan dagang).
  2. Dana masyarakat umum
  3. Dana dari bank (baik bank pemerintah atau swasta).
  4. Dana dari kelebihan kas BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
  5. Dana dari lembaga keuangan bukan bank (seperti Yayasan Dana Pensiun).

Bentuk-Bentuk Surat Berharga Pasar Uang

Dalam pasar uang yang menjadi produk untuk diperjual belikan adalah surat berharga jangka pendek saja, apa saja bentuk surat berharga jangka pendek? Untuk mengetahuinya silahkan anda lihat berikut ini:

  1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
  2. Pinjaman sewaktu-waktu (Call Money).
  3. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).
  4. Surat Utang Negara (SUN).
  5. Aksep (Banker’s Acceptent).
  6. Promes (Promissory Notes).
  7. Wesel dagang (Treasurry Bill).
  8. Sertifikat deposito jangka pendek.
  9. Reporchase Agreement.
  10. Kertas perbendaharaan negara (Commercial Paper).

Sumber:

https://www.dosenpendidikan.co.id/