Sistem Ekonomi Konvensional (Kapitalisme dan Sosialisme)

Sistem Ekonomi Konvensional (Kapitalisme dan Sosialisme)

Sejarah Ekonomi Kapitalis

                 Kapitalisme berarti suatu faham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya dengan bebas untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, sementara itu pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan hanya untuk kepentingan pribadi, beberapa ahli mendifinikan Kapitalisme adalah faham yang muncul pada abad ke-16 sampai abad ke-19 (masa perkembangan bank komersial Eropa), pada abad ini seorang individu maupun kelompok bertindak sebagai badan tertentu yang melakukan perdagangan benda pribadi terutama barang modal seperti tanah yang dikelola dengan menjadikan buruh sebagai operator mesin.

                 Menurut Paul M. Sweezy, adalah sebuah sistem dunia yang dimulai jauh sebelum abad ke-18 tepetnya pada akhir abad 15, penyebaran faham ini pada belahan dunia dimulai oleh para pelayar jarak jauh dari Eropa yang bertujuan untuk berniaga sejak itulah faham ini mulai menyebar yang pada gilirannya melahirkan dua bagian yang berbeda tajam, yaitu penjajah dan terjajah. Lahirnya faham Kapitalis tidak terlepas dari faham liberalis di Eropa pada abad ke-18 kedua sistem ini lahir sebagai respon dari kaum feudal dan gereja kala itu, kaum feodal bukan saja menguasai politik kala itu namun juga ekonomi baik ditingkat kepemilikan maupun produksi, begitu juga dengan gereja yang memiliki kekuasaan inkusisi kepada para penentangnya, dari realita inilah para rakyat kecil menuntut sebuah kebebasan, persamaan dan keadilan yang kemudian gerakan tersebut dikenal dengan revolusi Prancis (1789) dengan semboyan liberty, fraternity, dan equality, sebagai bentuk perlawanan terhadap kaum feodal dan gereja, yang kemudian melahirkan berbagai faham diantaranya faham liberalisme dalam dunia politik dan Kapitalisme dalam dunia ekonomi, hedonism dalam tataran kultural serta free value dalam tatanan ilmu pengetahuan, dan dalam teologis terjadi pembatasan peran agama jika pada awalnya gereja memiliki peran yang mendominasi kini agama hanyalah masalah private dan tidak bisa mnasuk dalam ruang public, faham Kapitalis yang lahir dari gerakan ini mulai berkembang di Inggris pada abad ke 18, kemudian menyebar ke Eropa Barat Laut dan Amerika Utara, Kapitalisme semakin menunjukkan eksistensinya setelah kemunculan Adam Smith dengan karyanya, yaitu THE WELTH OF NATION (1776).

                 Robert B. Ekelund Jr dan Robert F Herbert mengatakan “ Adam Smith is today considered the father of economics because he was above all a sistem builder”. Karya ini menandai tonggak utama kapitalisme klasik yang mengusung gagasan laissez faire dalam ekonomi. Smith berpendapat bahwa jalan yang terbaik untuk memperoleh kemakmuran adalah dengan membiarkan individu mengejar kepentingan mereka sendiri tanpa keterlibatan perusahaan Negara.[2]

Recent Posts