Sekolah Ini Bebaskan SPP untuk Penghafal Alquran

Sekolah Ini Bebaskan SPP untuk Penghafal Alquran

Sekolah Ini Bebaskan SPP untuk Penghafal Alquran

Sekolah Ini Bebaskan SPP untuk Penghafal Alquran

Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar)

membebaskan biaya Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) bagi siswa-siswi hafiz Alquran. Hal itu dilakukan agar budaya mengahafal Alquran tidak terkikis seiring perkembangan zaman.

Kepala Sekolah MAN 2 Solok Selatan, Jasrul mengatakan, standar penguatan ilmu keagamaan merupakan ciri khas dalam sekolah Madrasah. Di sekolahnya, para siswa dibina agar menjadi seorang dai, hafiz dan hafizah. “Pelajar yang menimba ilmu pada sekolah madrasah ini merupakan regenerasi yang disiapkan sebagai pewaris dan pejuang agama,” kata Jasrul, Jumat (13/4).

Untuk memotivasi siswa-siswi pihaknya membebaskan biaya SPP selama satu tahun bagi siswa yang mampu menghafal minimal 3 juz alquran. “Kalau hafalannya meningkat, maka dibebaskan lagi SPP untuk tahun depannya,” terangnya.
MAN 2 Solok Selatan, Sumatera Barat
Suasana MAN 2 Solok Selatan, Sumatera Barat (Riki Chandra/.com)

Mendalami ilmu Alquran lanjut Jasrul adalah salah satu perbuatan mulia yang mesti diwariskan. Karena, berjuang di jalan Allah sebagai pendakwah juga harus dibarengi dengan penguasaan petunjuk syariat yang tertuang dalam Alquran sebagai pedoman termasuk hadits Nabi.

“Alquran itu petunjuk yang diwasiatkan Nabi Muhammad kepada umatnya.

Jadi, di sekolah ini selain siswa dilatih mampu berkhotbah, menuntun doa bagi yang laki-laki dan perempuan untuk bisa ceramah dan memberi tausiah, mereka juga dibina agar menjadi hafiz dan hafizah,” ujarnya.

Saat ini, baru ada dua orang siswa yang hafiz alquran 3 juz atau lebih. Kedua siswa itu berhak mendapat reward bebas SPP selama satu tahun, mereka yaitu Ferdinal Firdaus, siswa kelas XII dan Hasbi Abdul Gani yang saat ini menduduki bangku kelas X.

Pihak sekolah sejatinya tidak memaksakan kepada siswanya agar seluruhnya bisa hafiz

Alquran. Sekolah sebut Jasrul membuka pintu seluasnya bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan keahlian yang diminati masing-masing siswa.

“Soal kemampuan menjadi hafiz ini, berdasarkan kemauan siswa sendiri. Kemudian bagi siswa yang menonjol di bidang lain, kita arahkan juga pembinaannya sesuai kemampuannya itu. Jadi tidak dipaksakan agar bisa hafiz seluruhnya,” katanya.

Saat ini imbuhnya, dari 184 orang siswa yang ada pada MAN 2 Solsel, 15 orang lebih siswa yang dibina menjadi hafiz Alquran oleh guru pembina. Pembinaan itu berdasarkan minat dan talenta siswa sendiri. Targetnya untuk menguatkan keagamaan siswa menguasai Alquran.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/kata-ulang/