Saudagar dari India berdatangan untuk berdagang bersamaan

PROSES ISLAMISASI DI INDONESIA

Geografi, Demografi dan Sosial Budaya Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang berdasarkan posisi garis lintang dan garis bujur atau letak astronomisnya yaitu berada di 6 derajat LU sampai 11 derajat LS dan 95 derajat BT sampai 141 derajat BT. Pulau yang paling utara dalah Pulau Weh yang dilalui 6 derajat LU, pualu yang paling selatan yaitu Pulau Roti yang dilalui oleh garis lintang 11 derajat LS. Selain dilalui oleh garis lintang 6 derajat LU, Pulau Weh juga dilalui oleh garis bujur 95 derajat BT. Adapun garis bujur 141 derajat BT melalui batas Irian Jaya dengan Negara Papua.[1]
Selain letak astronomis, masih ada letak yang dikenal dengan Letak Geografis. Secara geografis indonesia terletak diantara dua samudera dan dua benua, yaitu samudera pasifik dan samudera hindia, serta benua asia dan benua australia. Letak geografis Indonesia memiliki letak yang strategis karena berada pada posisi silang sehingga sangat menguntungkan dari segi sosial, ekonomi dan politik. Sedangkan pengaruh negatifnya adalah mudahnya kebudayaan negatif yang masuk ke Indonesia akibat globalisasi.
Berdasarkan kenampakannya, Indonesia terdiri dari daratan dan lautan. Jumlah pulau di Indonesia baik yang besar maupun yang kecil, mencapai 17.508 buah. Karena terdiri dari banyak pulau, maka Indonesia memiliki dua batas laut yaitu: Batas laut teritorial , Zona Ekonomi Ekslusif.
Jumlah penduduk di Indonesia terus bertambah banyak. Mulai dai tahun 1920 sampai dengan 2007 terus meningkat. Pertumbuhan penduduk di Indonesia dipengaruhi oleh faktor alami dan migrasi. Pemusatan penduduk biasanya cenderung dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungannya. Sejak jaman kerajaan-kerajaan dahulu Pulau Jawa sudah merupakan tempat pemusatan penduduk, karena sebagai pusat pemerintahan. Sebagai akibatnya, sampai sekarang Pulau Jawa merupakan pulau yang terpadat dibandingkan pulau-pulau besar lainnya di Indonesia. Hal tersebut berpengaruh pula terhadap penyebaran penduduk di Indonesia, ada pulau-pulau yang padat penduduknya dan ada yang jarng penduduknya. Persebaran dan kepadatan penduduk pada pulau-pulau di Indonesia tidak sama.[2]
Masyarakat Indonesia memiliki masyarakat yang majemuk, dimana Indonesia memiliki berbagai macam bahasa, agama, mata pencaharian, suku bangsa dan lain lain. Keadaan tersettbut disebabkan oleh berbagai macam faktor, diantaranya adalah letak wilayah. Latak wilayah Indonesia ternyata banyak berpengaruh pada kehidupan masyarakatnya.
Pengaruh tersebut telah sejak lama terjadi, hal ini bisa terlihat dari adanya migrasi yang dilakukan orang-orang yang berasal dari Benua Asia pada jaman prasejarah dimana pada waktu itu Bangsa Austronesi dari Burma (Myanmar), Muangthai dan Malaka mendiami kepulauan Indonesia. Sampai abad ke 9 SM, Indonesia menerima pengaruh dari Hindia. Saudagar dari India berdatangan untuk berdagang bersamaan dengan mereka masuk pula agama dan kebudayaan Hindia dan Budha yang kemudian berdiri kerajaan-kerajaan Hindu-Budha.
Letak astronomis Indonesia berpengaruh pada mata pencaharian penduduk Indonesia. Keuntungan dari letak astronomis tersebut diantaranya adalah memiliki dua musim yaitu musim hujan musm kemarau, curah hujan yang cukup tinggi, selain itu karena Indonesia dilalui garis garis Khatulistiwa maka wilayah Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun.
Keadaan ini sangat berpengaruh terutama dalam bidang pertanian selain ditunjang juga oleh tanahnya yang subur. Sehingga hal tersebut menyebabkan penduduk Indonesia yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Dari dulu sampai sekarang sektor pertanian masih merupakan sektor perekonomian yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Tanaman pangan utamanya adalah padi.
Pengaruh lainnya juga dapat dilihat dari seni budaya yang sangat beragam antara lain hasil seni bangunan, seni kerajinan, seni pentas, seni tari dan seni musik. Seni dapat dilihat pada rumah adat dan bangunan monumental. Bangunan monumentalnya seperti candi-candi yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Contoh lain juga seperti rumah ibadah umat muslim yaitu masjid yang memiliki arsitektur yang sangat unik dimana bangunan masjid tersebut dibangun dengan perpaduan seni dari berbagai negara seperti Arab, China dan lain-lain.


Sumber: https://scorpionchildofficial.com/