Posyandu Pitaloka Bersaing Dengan 3 Kota Lain

Posyandu Pitaloka Bersaing Dengan 3 Kota Lain

 

Posyandu Pitaloka Bersaing Dengan 3 Kota Lain

Posyandu Pitaloka Kota Bogor

Posyandu Pitaloka Kota Bogor akan bersaing dengan 3 kota lainnya pada lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut diungkapkan Ketua tim penilai lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Barat Julianto saat melakukan rechecking di Posyandu Pitaloka RW 08, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa (4/12/2018).

Julianto menuturkan

dari seleksi administrasi yang dilaksanakan di Cirebon dari 9 kota yang diseleksi 4 diantaranya dinyatakan lulus, termasuk salah satunya Kota Bogor. “Kalau sudah lolos seleksi selanjutnya hari ini kami akan me-rechecking,” kata Julianto.

Dia menambahkan

rechecking pertama adalah kegiatan di Pokjanal kota, ini nilainya 20 persen. Lalu kegiatan di Pokjanal Kecamatan sebesar 20 persen dan Pokja Kelurahan 20 persen. Kemudian rechecking di Posyandu sebesar 40 persen.

“Jadi pertama kita akan melihat kelembagaannya baru dari situ melihat dari sisi posyandunya,” jelasnya.

Intinya dari 10 kabupaten/kota yang direchecking pada saat bersamaan ini, tim penilai dibagi tiga. 10 Bupati/Wali Kota pada peringatan Hari Ibu nanti akan memperoleh penghargaan dalam Posyandu Award 2018. Kegiatan tersebut sebagai wujud penghargaan dari Gubernur kepada Bupati/Wali Kota yang memiliki komitmen untuk mendukung revitalisasi Posyandu. kata kata bijak bahasa inggris dari orang terkenal

Kenapa Posyandu penting kata dia

karena diharapkan dari lima kegiatan pokok posyandu menjadi terintegrasi. Lima kegiatan itu adalah Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), pos PAUD dan pemanfaatan lahan pekarangan. Dalam hal ini ada lintas sektor, unsur kesehatan, pertanian, lingkungan hidup, ekonomi dan lain-lain.

Posyandu

Posyandu yang multifungsi ini diharapkan menjadi pusat keunggulan sehingga semua ada di Posyandu dan kader-kadernya diharapkan sudah mempunyai kapasitas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Tentu hal ini harus didukung oleh komponen-komponen lain, seperti Pemerintah daerah, CSR, unsur akademisi, masyarakat dan lembaga di kelurahan atau desa,” terang Julianto.