Pengertian Sistem

Pengertian Sistem

Pengertian Sistem

Pengertian Sistem

Pengertian sistem menurut Chester A. Bernard adalah suatu kesatuan yang terpadu secara holistik, yang di dalamnya terdiri atas bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki cirri dan batas tersendiri. Suatu sistem pada dasarnya adalah “organisasi besar” yang menjalin berbagai subjek (atau objek) serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subjek atau objek pembentuk sebuah sistem dapat berupa orang-orang atau masyarakat. Untuk suatu sistem sosial atau sistem kemasyarakatan dapat berupa makhluk hidup dan benda alam, untuk suatu sistem kehidupan/lingkungan berupa makluk hidup dan benda alam, untuk sistem peralatan berupa barang atau alat, dan untuk sistem informasi berupa data, catatan, dan fakta.
Perangkat kelembagaan yang dimaksud meliputi lembaga atau wadah tempat subjek (objek) itu berhubungan, cara kerja dan mekanisme yang menjalin hubungan subjek (objek) tadi, serta kaidah atau norma yang mengatur hubungan subjek (objek) tersebut agar serasi.
Kaidah atau norma yang dimaksud bisa berupa aturan atau peraturan, baik yang berupa tertulis maupun tidak tertulis. Untuk suatu sistem yang menjalin hubungan antar manusia, contohnya adalah aturan-aturan dalam suatu sistem kekerabatan.
Suatu sistem perlu memiliki cirri sebagai berikut (Suroso, 1993) :
Setiap sistem memiliki tujuan.
Setiap sistem mempunyai “batas” yang memisahkannya dari lingkungan.
Walau mempunyai batas, sistem tersebut bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi juga dengan lingkungannya.
Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem yang biasa juga disebut dengan bagian, unsur, atau komponen.
Walau sistem tersebut terdiri dari berbagai komponen, bagian, atau unsur-unsur, tidak berarti bahwa sistem tersebut merupakan sekedar kumpulan dari bagian-bagian, unsur, atau komponen tersebut, melainkan merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu, atau memiliki sifat “wholism”.
Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik di dalam sistem (intern) itu sendiri, maupun antara sistem dengan lingkungannya.
Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses tranformasi atau proses mengubah masukan menjadi keluaran. Karena itulah maka sistem sering disebut juga sebagai “processor” atau “transformator”.
Di dalam setiap sistem terdapat mekanisme kontrol dengan memanfaatkan tersedianya umpan balik.
Karena adanya mekanisme kontrol itu maka sistem mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau keadaan secara otomatik.
Secara teoritis pengertian sistem ekonomi dapat dikatakan sebagai keseluruhan lembaga-lembaga ekonomi yang dilaksanakan atau dipergunakan oleh suatu bangsa atau negara dalam mencapai cita-cita yang telah ditetapkan. Pengertian lembaga atau institusi ekonomi adalah suatu pedoman atau aturan atau kaidah yang digunakan seseorang atau masyarakat dalam melakukankegiatan-kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhannya. Kegiatan ekonomiadalah kegiatan yang berkaitan dengan usaha (bisnis), dengan pasar, transaksi jual-beli, dan pembayaran dengan uang. Pengertian ekonomi secara lembaga yaitu produk-produk hukum tertulis, seperti Tap MPR, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, ARD/ART suatu organisasi dan lain-lain.

Sumber : https://profilesinterror.com/