PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Hama Rayap 

Untuk penanaman baru bekas hutan primer/skunder umumnya tidak dilakukan pengolahan tanah. Biasanya setelah umur 1 tahun selalu mendapat gangguan hama rayap yang bersumber dari bekas tunggul. Jika terjadi serangan pemberantasannya dapat dilakukan dengan insektisida Basudin 60 EC, Diazinon 60 EC dalam larutan dengan konsentrasi 0,2 – 0,4% dan disiramkan ke tanaman dengan jari-jari 20 cm.

Penyakit daun Oidium 
Penyakit daun Oidium disebabkan oleh jamur heveae Serangan Oidium yang terjadi pada saat pertumbuhan daun muda dapat menyebabkan daun gugur kembali. Gejala ini dikenal sebagai gugur daun sekunder (SLF). Pertumbuhan daun muda yang bertepatan dengan musim kering panjang akan mengalami serangan Oidium yang berat. Serangan Oidium berulang selama terjadi pembentukan daun muda terserang oleh penyakit lain.

Gejala penyakit dan kerusakan 
Pada daun muda yang sedang berkembang akan timbul bercak-bercak putih kekuningan dan dalam waktu singkat bercak membesar disertai dengan pertumbuhan benang jamur mencuat ke permukaan dan membentuk kumpulan spora yang putih seperti tepung. Spora tersebut akan mudah terlepas dan tersebar oleh tiupan angin.

Daun yang mengalami serangan berat menjadi keriput, tampak seperti layu dan diikuti dengan gugur daun. Gugur daun yang terus menerus dapat menyebabkan mati pucuk dan turunnya produksi lateks. Pada TBM dan bibitan, serangan Oidium dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan bahkan kematian tanaman.

Bila daun tidak gugur, Oidium menyebabkan cacat daun atau bercak hitam dengan bentuk tak beraturan. Oidium yang tertinggal pada daun tua merupakan sumber penularan pada musim kering berikutnya.

Penanggulangan penyakit 
Pemberantasan Oidium dengan cara pendebuan menggunakan serbuk belerang murni (belerang Cirrus) dapat mengurangi kerusakan tanaman. Perbedaaan dilakukan pada awal pembentukan daun-daun baru sebanyak 3 – 6 rotasi interval 5 – 7 hari dengan menggunakan alat penyerbukan (blower) berkekuatan tinggi dengan dosis 4 – 6 kg belerang/ha/rotasi. Untuk pembibitan dapat digunakan alat pendebuan portable

Penyakit daun Colletotrichum 
Penyakit gugur daun Colletotrichum desebabkan oleh jamur Colletotrichum gloesporioides yang juga penyebab gugur daun sekunder (SLF). Serangan Colletotrichum pada klon yang rentan dapat menyebabkan gugur daun terus menerus selama terjadi pembentukan pucuk-pucuk baru dalam musim penghujan.


Baca Juga :