Pengaruh Obat-Obatan Anti Asma Terhadap Kehamilan

Pengaruh Obat-Obatan Anti Asma Terhadap Kehamilan

Pengaruh Obat-Obatan Anti Asma Terhadap Kehamilan

Pengaruh Obat-Obatan Anti Asma Terhadap Kehamilan

Banyak obat yang dipakai dalam penatalaksanaan AB. Sebagian diantaranya tidak mempunyai pengaruh yang merugikan terhadap kehamilan, namun sebagian lagi, dapat memberikan pengaruh yang sebaliknya, sehingga pemakaiannya harus hati-hati dan hanya atas indikasi-indikasi tertentu saja.

A. Golongan Xanthin

Golongan yang luas dipakai adalah aminofilin dan teofilin. Cara kerja kedua jenis obat ini adalah sebgai bronkodilator yang langsung bekerja pada otot-otot bronkus dengan jalan menghambat kerja enzim fosfodisterase.

Aminofilin dan teofilin merupakan obat yang cukup aman bagi ibu hamil dengan AB. Pada dosis terapeutik tidak terbukti bahwa obat-obat ini berbahaya pada ibu atau janin, bahkan pada beberapa kasus terjadi penurunan yang bermakna daripada insidens “respiratory distress syndrome” pada bayi-bayi dari ibu yang mendapat aminoflin.

B. Golongan simptomatik

Obat-obatan dari golongan ini adalah adrenalin, efedrin, isoprenalin, terbutalin, salbutamol, orsiprenalin dan sebagainya. Obat-obat ini bekerja sebagai anti asma dengan cara merangsang reseptor simpatis.

C. Adrenalin

Selain merangsang reseptor beta1 dan beta2, juga merangsang reseptor alpha, sehingga selain merangsang bronkus, obat ini juga merangsang jantung, pembuluh darah dan lain-lain. Untuk mencegah efek samping, maka dianjurkan untuk mempergunakan dosis terkecil yang masih memberikan dilatasi bronkus yang optimal.

Selain itu, obat ini juga meberikan efek kontriksi pembuluh darah, mukosa bronkus, sehingga mengurangi edema dan kongesti saluran nafas. Adrenalin juga menyebabkan penurunan sementara perfusi uterus yang dapat menyebabkan “fetal distress”. Pemakaian pada umur kehamilan di bawah 4 bulan harus dihindari, karena ditemukan kasus –kasus malformasi janin, tetapi mekanismenya belum diketahui secara pasti.

D. Efedrin

Farmakodinamiknya mirip adrenalin, namun mulai jarang dipakai, karena efek bronkodilatornya kurang kuat. Pada dosis terapi sering memberikan efek samping yang jelas. Pada kasus-kasus dengan kehamilan, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa obat ini mengganggu kehamilan, sehingga digolongkan aman untuk dipakai.

E. Obat-obat Beta Agonis

Seperti halnya terbutalin, orsiprenalin, heksoprenalin, salbutamol dll, mempunyai efek stimulasi terhadap adrenoreseptor beta2. Obat-obat golongan ini bekerja dengan meningkatkan siklik AMP dengan jalan merangsang reseptor beta2 yang terdapat pada membran otot polos bronkus.

Dengan perangsangan ini, maka aktifitas ensim adenilsiklase akan meningkat, sehingga perubahan-perubahan ATP menjadi siklik AMP bertambah. Belum diketahui efeknya terhadap janin, tetapi obat ini cukup aman dipakai pada kehamilan.

Karena obat ini dapat menyebabkan relaksasi pada otot-otot uterus, maka pada batas tertetntu akan dapat menyulitkan jalannya persalinan, ataupun atonia uteri, sehingga tidak dianjurkan untuk dipakai pada hamil tua, saat inpartu ataupun masa nifas.

F. Sodium Kromoglikat

Cara kerja obat ini adalah dengan menghambat pelepasan mediator humoral pada sel mast, sehingga dapat mencegah serangan asma. Obat ini tidak menyebabkan kelainan pada janin maupun pada ibunya, sehingga nampaknya tidaklah berbahaya. Namun demikian pemakaian pada ibu-ibu hamil datanya belum cukup banyak.

G. Kortikosteroid

Obat-obat ini umumnya digunakan pada AB yang berat. Kortikosteroid memiliki efek anti alergi dan anti inflamasi, juga dapat meningkatkan otot polos bronkus yang refrakter terhadap stimulant adrenoreseptor B2.

Pada kehamilan kadar kortisol ibu meningkat, dan hanya sebagian kecil saja yang melewati plasenta ke dalam sirkulasi janin dan segera berubah menjadi bentuk inaktif. Prednisone dan prednisolon dapat menembus plasenta dalam kadar yang sangat kecil, kira-kira 1/10 kadar plasma ibu, sehingga sangatlah jarang terjadi supresi pertumbuhan kelenjar adrenal janin pada ibu-ibu hamil yang mendapat obat ini.

H. Antihistamin, Ekspektorans dan antibiotika

Walapun secara langsung bukan sebagai obat asma, namun sering digunakan secara bersama dengan obat asma, pada penderita-penderita AB. Dipenhidramin, tripilinamin, feniramin, klorfeniramin, fenilefrin merupakan obat-obat yang dapat dipergunakan secara aman pada ibu-ibu hamil.

Ekspektoran, terkecuali ynag mengandung yodium juga aman dipakai. Diantara antibiotik, golongan penisilin dan derivatnya merupakan obat yang paling aman pada kehamlan.

 

Baca Artikel Lainnya: