PEMILIHAN WARNA

PEMILIHAN WARNA

PEMILIHAN WARNA

Warna adalah salah satu elemen dalam lingkungan perkantoran yang mempunyai dampak penting bagi pegawai. Meskipun sebagaian besar pegawai sadar akan dampak fisik warna, namun banyak yang tidak sadar akan dampak psikologisnya baik positif maupun negativ pada produktivitasnya, kelelahan, moral, tingkah laku, dan ketegangan (McShane, 1997). Warna pada perkantoran tidak hanya mempunyai nilai estetika tetapi juga mempunyai nilai fungsi.

2.4.1  Faktor Pemilihan Warna

Beberapa  faktor yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan warna di kantor (Quible, 2001) antara lain:

  1. Kombinasi warna. Kombinasi dari warna primer-kuning merah, biru-menghasilkan warna sekunder.  Contohnya, dengan mencampur warna merah dan kuning akan dihasilkan warna oranye, mencampur warna kuning dan biru menghasilkan warna hijau. Dua belas warna pada gambar tersebut memberikan dasar koordinasi warna karena pilihan warna dipilih berdasarkan posisinya pada bagan warna. Beberapa pilihan koordinasi warna yang digunakan adalah:

–  Warna komplementer warna yang saling berlawanan pada bagan warna. Contohnya, merah-hijau, kuning- violet dan biru-oranye.

–  Warna split komplementer warna pada sisi dari warna komplementer contohnya, biru-violet dan biru-violet adalah warna split komplementer darai oranye.

–  Warna triad tiga warna yang berjarak satu sama lain pada bagian warna. Warna triad adalah oranye, hijau, violet, atau kuning-oranye, biru-hijau, dan merah-violet.

  1. Efek Cahaya pada Warna. Karena berbagai jenis cahaya buatan mempunyai spektrum yang berbeda, sistem pencahayaan yang digunakan pada kantor juga memiliki efek yangsignifikan terhadap pilihan warna. Sumber cahaya hanya akan meningkatkan warna yang sesuai dengan spektrumnya.
  2. Nilai Pemantulan Warna. Warna sering kali mempengaruhi mood. Warna sejuk-biru, hijau dan volet – menghasilkan mood yang tenang melelahkan. Warna hangat-merah, oranye, dan kuning – sebaiknya, menghasilkan kehangatan dan keceriaan. Warna-warna natural seperti putih warna lembut memberikan pengaruh ringan, sedangkan warna ungu gelap dan violet yang pucat sering kali menghasilkan mood depresi, sementara abu-abu cenderung memiliki efek rasa kantuk.

2.4.2  Prinsip dalam pemilihan warna

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum memulai proses perencanaan memilih warna ruang kantor, yaitu :

  1. Penutup lantai. Warna pada dinding dan atap hanya satu diantara beberapa aspek yang berpengaruh dalam pemilihan warna pada ruang kantor. Warna yang digunakan untuk menutup lantai juga sangat penting, dan menutuplantai dengan karpet merupakan pilihan yang bagus. Beberapa manfaat dari penggunaan karpet sebagai penutup lantai adalah:
  • Karpet dapat digunakan sebagai pengontrol suara (peredam suara)
  • Karpet lebih murah dalam perawatan dibandingkan penutuplantai lainnya
  • Karpet jika dibandingkan dengan jenis penutu lantai lain, lebih nyaman dan tidak terlalu melelahkan bagi pegawai yang berdiri lama atau dalam melakukan pekerjaannya yang membutuhkan frekuensi beraktifitas yang relatif tinggi di dalam kantor.
  1. Penutup dinding. Karpet juga menjadi pilihan favorit untuk menutup dinding karena nilai estetikanya serta kemampuannya untuk menyerap suara. Karpet yang digunakan pada dinding harus memiliki tingkat ketahanan api yang tinggi. Karpet dengan bahan busa dibelakangnya tidak direkomendasikan karena dapat menimbulkan asap yang besar ketika terbakar.
  2. Warna furnitur. Pemilihan warna furnitur yang akan digunakan dalam ruang kantor juga harus disesuaikan dengan kedua hal tersebut diatas. Pemilihan warna furnitur harus mempertimbangkan jangka waktu pemakaiannya. Ketika memilih, nilai kekontrasan dan nilai pemantulan pada permukaan kerja harus dipertimbangkan. Jika tidak, dikhawatirkan ketegangan mata pegawai dan pelanggan yang mengunjungi kantor akan terjadi. Permukaan furnitur yang memantulkan cahaya harus dihindari jika sistem pencahayaan yang akan digunakan menghasilkan pencahayaan yang cukup besar.

Baca Juga :