Pemerintahan Hayam Wuruk

Pemerintahan Hayam Wuruk

Hayam Wuruk naik takhta pada usia 16 tahun dengan gelar Rajasanegara. Dalam menjalankan pemerintahan, ia didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada. Gajah Mada diangkat menjadi mahapatih di Majapahit pada tahun 1331. Dalam upacara pelantikan tersebut, Gajah Mada mengucapkan sumpahnya yang terkenal dengan nama Sumpah Palapa, berisi tekadnya untuk mempersatukan Nusantara di bawah Majapahit.

Dalam kitab Negarakertagama disebutkan bahwa pada zaman Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mengalami masa kejayaan dan memiliki wilayah yang sangat luas. Luas kekuasaan Majapahit pada saat itu hampir sama dengan Luas Negara Republik Indonesia sekarang. Namun, sepeninggal Gajah Mada pada tahun 1364, Hayam Wuruk tidak berhasil mendapatkan penggantinya yang setara. Kerajaan Majapahit pun mengalami kemuduran.

C. Kehidupan Sosial Ekonomi

Kehidupan sosial ekonomi kerajaan aman, damai dan tentram. Dalam kitab Negarakertagama disebutkan bahwa Hayam Wuruk melakukan perjalanan keliling ke daerah – daerah untuk mengetahui sejauh mana kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Dalam kehidupan ekonomi, masyarakat Majapahit hidup dari pertanian dan perdagangan. Prasarana perekonomian dibangun seperti jalan, lalu lintas sungai, dan pelabuhan.

D. Kehidupan Kebudayaan
Zaman Majapahit menghasilkan banyak karya sastra. Periodisasi sastra masa Majapahit dibedakan menjadi dua, yaitu sastra zaman Majapahit awal dan sastra zaman Majapahit akhir. Karya sastra zaman Majapahit awal adalah :
1. Kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca (1365),
2. Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular,
3. Kitab Arjuna Wiwaha karangan Mpu Tantular,
Karya sastra zaman majapahit ditulis dengan bahasa Jawa dalam bentuk tembang (kidung) dan gancaran (prosa). Karya – karya sastra pada zaman ini adalah kitab Pararaton yang berisi tentang riwayat raja – raja Majapahit dan kitab Sundayana berisi tentang Peristiwa Bubat.

Jenis Peninggalan Kebudayaan yang lain dari Kerajaan Majapahit adalah candi. Candi – candi peninggalan Majapahit, antara lain :
1. Candi Sumberjati
2. Candi Sanggapura
3. Candi Panataran
4. Candi Tikus
5. Candi Pari

 

Sumber: https://pulauseribumurah.com/