Pemeriksan Laboratorium

Pemeriksan Laboratorium

 Diagnosa ditegakkan dengan mengisolasi Vibrio cholera dari serogrup O1 atau O139 dari tinja. Jika fasilitas laboratorium tidak tersedia, Cary Blair media transport dapat digunakan untuk membawa atau menyimpan spesimen apus dubur (Rectal Swab).

Untuk diagnosa klinis presumtif cepat dapat dilakukan dengan mikroskop medan gelap atau dengan visualisasi mikroskopik dari gerakan vibrio yang tampak seperti shooting stars atau bintang jatuh, dihambat dengan antisera serotipe spesifik yang bebas bahan pengawet. Untuk tujuan epidemiologis, diagnosa presumtif dibuat berdasarkan adanya kenaikan titer antitoksin dan antibodi spesifik yang bermakna.

Di daerah non-endemis, organisme yang diisolasi dari kasus indeks yang dicurigai sebaiknya dikonfirmasikan dengan pemeriksaan biokimiawi dan pemeriksaan serologis yang tepat serta dilakukan uji kemampuan organisme untuk memproduksi toksin kolera atau untuk mengetahui adanya gen toksin. Pada saat terjadi wabah, sekali telah dilakukan konfirmasi laboratorium dan uji sensitivitas antibiotik, maka terhadap semua kasus yang lain tidak perlu lagi dilakukan uji laboratorium.

  1. Terapi

Paling penting adalah rehidrasi. Untuk dehidrasi ringan, berikan oral rehydration solution (ORS) 50 ml/kgBB (maksimal 750 ml/jam) selama 3 – 4 jam. Pada dehidrasi sedang, berikan ORS 100 ml/kgBB (maksimal 750 ml/jam) selama 3 jam. Kemudian untuk dehidrasi berat, berikan RL intravena 110/ml/kgBB, 3 jam pertama guyur sampai nadi teraba kuat sisanya dibagi dalam 2 jam berikutnya.

Tetrasiklin mempersingkat rehidrasi hingga 50 %, dosis pada dewasa per oral dalah 4 kali 250 – 500  mg/hari. Untuk parenteralnya adalah intramuskular, namun cara ini tidak dinjurkan.

Kemudian untuk anak per oral, 25-50 mg/kgBB/hari, dibagi dalam 4 dosis, parenteral IM dosis tunggal 15 – 25  mg/kgBB/hari atau dibagi 2 – 3 dosis, parenteral IV 20 – 30 mg/kgBB/ hari dibagi dalam 2 – 3 dosis.

  1. Pencegahan

Perbaikan sanitasi lingkungan, peningkatan gizi, dan perhatian pada persiapan makanan dapat menurunkan insidensi kolera secara bermakna. Penggunaan vaksin mempunyai banyak kerugian.

Kesimpulan

El Tor adalah jenis mikroorganisme untuk suatu strain tertentu dari bakteri Vibriocholerae, agen penyebab kolera. Juga dikenal sebagai eltor biotipe kolera V., telah strain dominan dalam pandemi global ketujuh. jenis kolera yang lebih keras dan dapat mematikan penderitanya.

Vibrio el tor adalah jenis kolera yang lebih keras dan dapat mematikan penderitanya. Sifat bakteri ini sama dengan Vibrio cholera. Spirillium minus (Treponema sodoku). Bakteri ini menyebabkan penyakit rat-bite-fever (demam karena gigitan tikus), dengan gejalaberupa demam yang mendadak, sakit otot, ruam kemerahan pada kulit, sakit kepala, nausea, dan radang kelenjar getah bening regional. pencegahan dilakukan dengan peningkatan sanitasi lingkungan terutama kebersihan rumah sehingga tidak ada tikus.

Sumber: https://newsinfilm.com/