Objek Sejarah Pendidikan Agama Islam

Objek Sejarah Pendidikan Agama Islam

Sejarah biasanya ditulis serta dikaji dari sudut pandang suatu fakta dan kejadian tentang peradaban bangsa tertentu. Maka objek Sejarah Pendidikan Agama Islam mencakup fakta-fakta yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Agama Islam baik informal maupun formal. Dengan demikian bisa diperoleh “sejarah serba objek”. Dalam hal ini sejalan dengan peranan agama Agama Islam sebagai agama da’wah menyeru kebaikan dan mencegah pada kemunkaran, menuju kehidupan yang sejahtera baik lahir maupun batin. Namun sebagai cabang ilmu pengetahuan, objek sejarah pendidikan Agama Islam umumnya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan dalam objek-objek sejarah pendidikan, seperti mengenai sifat-sifat yang dimilikinya.

Objek Sejarah Pendidikan Agama Islam

Sebuah Pendidikan tidak akan ada artinya jika manusia tidak ada di dalamnya. Hal ini disebabkan karena manusia merupakan objek dan subyek pendidikan, artinya manusia tidak akan berkembang dan mengembangkan budayanya secara sempurna jika tidak ada pendidikan. dengan demikian maka akan di dapat apa yang di sebut “ sejarah serba subyek”.


  1. Cara/metode Sejarah Pendidikan Agama Islam

Memahami sejarah adalah hal yang sangat rumit, setidaknya ada dua fase untuk sampai pada hal tersebut.yang pertama adalah fase penggalian sejarah, dan yang kedua adalah fase penulisan sejarah. Adapun cara/metode yang bisa ditempuh untuk fase yang pertama adalah :

  1. Cara/metode Lisandengan cara/metode ini pelacakan suatu obyek sejarah dengan menggunakan interview.
  2. Cara/metode Observasidalam hal ini obyek sejarah diamati secara langsung
  3. Cara/metode Documenterdimana dengan cara/metode ini berusaha mempelajari secara cermat dan mendalam segala catatan atau dokumen tertulis [7]

Mengenai cara/metode sejarah pendidikan Agama Islam, meskipun terbisa hal-hal yang sifatnya khusus, berlaku kaidah-kaidah yang ada dalam penulisan sejarah.Kebiasaan dari penelitian dan penulisan sejarah meliputi suatu perpaduan khusus keterampilan intelektual. Sejarawam harus menguasai alat-alat analisis untuk menilai kebenaran materi-materi sebenarnya, dan perpaduan untuk mengumpulkan dan menafsirkan materi-materi tersebut kedalam kisah yang penuh makna, sebagai seorang ahli, sejarawam harus mempunyai sesuatu kerangka berpikir kritis baik dalam mengkaji sebuah materi ataupun dalam menggunakan sumber-sumbernya.

Adapun fase yang kedua yaitu cara/metode penulisan untuk memahami Sejarah Pendidikan Agama Islam diperlukan suatu pendekatan atau cara/metode yang bisa ditempuh adalah keterpaduan antara cara/metode deskriptif, cara/metode komparatif dan cara/metode analisis sintesis.

  1. Cara/metode Deskriptif

Dengan cara deskriptif dimaksudkan bahwa ajaran-ajaran Agama Islam sebagai agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW dalam Al-Quran dan Hadits, trutama yang berhubungan dengan pendidikan harus diuraikan sebagaimana adanya, dengan maksud untuk memahami makna yang terkandung dalam ajaran Agama Islam.

  1. Cara/metode Komparatif

Melalui cara/metode ini dimaksudkan bahwa ajaran-ajaran Agama Islam itu dikomparasikan dengan fakta-fakta yang terjadi dan berkembang dalam kurun waktu serta tempat-tempat tertentu untuk mengetahui adanya persamaan dan perbedaan dalam suatu permasalahan tertentu

  1. Cara/metode Analisis-sintesis

Cara/metode analisis berarti secara kritis membahas, meneliti istilah-istilah, pengertian-pengertian yang diberikan oleh Agama Islam sehingga diketahui adanya kelebihan dan kekhasan pendidikan Agama Islam. Dan sintesis berarti.untuk memperoleh kesimpulan yang diambil guna memperoleh satu keutuhan dan kelengkapan kerangka pencapaian tujuan serta manfaat sejarah pendidikan Agama Islam.

baca juga :