Model Keadaan Tunak

Model Keadaan Tunak


Meskipun model Big Bang (Dentuman Besar) merupakan hipotesis yang paling mungkin dalam mendiskusikan asal usul alam semesta, tetapi teori lain juga telah diusulkan, misalnya teori Keadaan Tunak(Steady State Theory) yang diusulkan pada tahun 1948 oleh H Bondi, T. Gold, dan F. Hoyle dari Universitas Cambridge. Menurut teori ini, alam semesta tidak ada awalnya dan tidak akan berakhir. Alam semesta selalu terlihat tetap seperti sekarang. Materi secara terus-menerus datang berbentuk atom-atom hidrogen dalam angkasa (space) yang membentuk galaksi baru dan mengganti galaksi lama yang bergerak menjauhi kita dalam ekspansinya.
Dalam model Keadaan Tunak (mantap), tidak ada bola api kosmik, karenanya radiasi latar (background radiation) bukan temperatur 3K. Jika identifikasi radiasi ini benar, maka hipotesis keadaan tunak (tetap) adalah salah tetapi jika diperoleh penjelasan lain untuk radiasi 3K maka seluruh persoalan (subject) dapat dibangkitkan kembali. Selama tahun 1960-an, dari astronomi radio jelas terkesan bahwa densitas ruang (jumlah per kubik parsek) galaksi yang mengemisikan radio lebih jauh jaraknya pada masa yang lalu daripada masa sekarang. Tampaknya gagasan ini berbeda bahwa alam semesta selalu sama dan rupanya menyimpang dari Keadaan Tunak.

5. Model Osilasi

Teori osilasi menduga bahwa alam semesta tidak ada awal dan tidak ada akhirnya. Dalam model dikemukakan bahwa alam semesta sekarang dalam kondisi tidak konstan, melainkan berekspansi yang dimulai dengan dentuman besar (Big Bang), kemudian beberapa waktu yang akan datang gravitasi mengatasi efek ekspansi ini sehingga alam semesta akan mulai mengempis (collapse), akhirnya mencapai titik koalisensi(gabungan) asal dimana temperatur dan tekanan tinggi akan memecahkan semua materi ke dalam partikel – partikel elementer (dasar) sehingga teriadi dentuman besar baru dan ekspansi mulai lagi.
Alam semesta mungkin telah memulai dalam sebuah dentuman besar (Big Bang), atau mungkin berada dalam keadaan tetap atau dalam keadaan berosilasi. Dalam setiap kasus, alam semesta sekarang ditandai dengan proses ekspansi dan dipenuhi oleh radiasi yang mirip dengan radiasi yang diperkirakan Big Bang. Jarak yang yang besar di antara galaksi membuat alam semesta hampir kosong (hampa), densitas materi di alam semesta secara rata-rata adalah sekitar 10-30 gr/cm3 atau dapat dikatakan bahwa dalam alam semesta ditempati satu atom hidrogen untuk setiap 1,7.106 cm3 (1.105 inci3).

Sumber :

https://deevalemon.co.id/facebook-minta-selfie-untuk-login/