Mengenal 3 Macam Siklus Hidrologi

Mengenal 3 Macam Siklus Hidrologi

kamu dulu kepikiran nggak sih dari mana asalnya mata air? Tentunya, hal tersebut tidak nampak bersama sendirinya lho, namun berasal dari suatu siklus yang berjalan terhadap air di muka bumi. Nah, untuk lebih jelasnya kembali kamu lihat penjelasan di artikel ini bersama baik ya!

Asal mula timbulnya mata air sebetulnya dipelajari di pengetahuan geografi. Nama ilmunya adalah hidrologi yaitu pengetahuan yang mempelajari tentang hidrosfer. Apa itu? Hidrosfer adalah semua susunan air yang tersedia di permukaan bumi, baik yang berwujud padat, cair, ataupun gas. Siklusnya diawali dari daerah air terkumpul (danau/laut), lantas naik ke atmosfer, kembali ke tanah dan terulang kembali secara terus menerus.

Tujuan dari siklus ini untuk memelihara keseimbangan air yang tersedia di muka bumi, supayar airnya tidak cepat habis. Sekarang, kita mulai pelajari tentang siklusnya, ya.

Gambaran Siklus Hidrologi Secara Umum

Air dari permukaan bumi andaikata laut, sungai, danau mengalami penguapan atau evaporasi ke atmosfer akibat panas sinar matahari. Setelah hingga terhadap ketinggian tertentu, uap air dapat mengalami kondensasi dan membentuk awan. Setelah itu awan dapat terbawa angin dan turun jadi hujan atau presipitasi. Hujan yang jatuh dan mengalir ke permukaan tanah dapat mengalir ke daerah yang lebih rendah sebagai aliran permukaan/run-off menuju ke badan-badan air seperti danau, rawa, sungai, dan kembali ke laut.

Seperti yang dulu dilakukan oleh Pemprov DKI pas selesaikan persoalan banjir di Jakarta, keliru satu caranya bersama mengaliri airnya kembali ke laut.

Nah, tersedia termasuk air yang meresap masuk ke didalam tanah dan mengalir di didalam susunan batu pasir/akuifer. Kemudian, di permukaan yang lebih rendah, air tersebut nampak sebagai mata air.

3 Macam Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi mampu dibedakan jadi 3 macam berdasarkan daerah di mana hujan turun.

Siklus Hidrologi Pendek

Siklus hidrologi pendek berjalan dikala air laut memanas karena sinar matahari dan mengalami evaporasi, lantas air tersebut terkondensasi membentuk awan namun hujan yang di turunkan awan tersebut jatuh kembali ke laut. Biasanya siklus ini berjalan di laut terbuka/samudera.

Siklus Hidrologi Sedang

Siklus ini berjalan pas air yang berada terhadap badan air (danau, rawa, laut, sungai) menguap, terkondensasi jadi awan, lantas awan tersebut bergerak ke daerah lain karena terdorong oleh angin atau karena perbedaan tekanan dan turunkan hujan di permukaan tanah.

Nah, air hujan yang turun itu, seperti sudah dijelaskan di atas, sebagian dapat jadi run-off dan sebagian dapat meresap ke didalam tanah dan kembali ke badan air yang lebih rendah atau ke laut. Siklus ini berjalan di wilayah daratan yang di dekatnya terkandung laut atau di wilayah tropis.

3. Siklus Hidrologi Panjang

Sementara itu siklus berjenis ini berjalan sehabis air terhadap badan air menguap. Lalu, terkondensasi jadi awan yang berisi kristal-kristal es, lantas awan terdorong ke pegunungan atau kutub dan jatuh sebagai salju ke lereng gunung atau gletser. Lelehan es itu nantinya yang dapat jadi run-off atau menyerap ke didalam tanah untuk seterusnya kembali ke badan air. https://www.lele.co.id/

Siklus hidrologi ini biasanya berjalan di kutub atau daerah yang beriklim sedang/mengalami 4 musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin/salju.