Membaca dan menulis sebagai pintu pendidikan

Membaca dan menulis sebagai pintu pendidikan

Membaca dan menulis sebagai pintu pendidikan

Membaca dan menulis sebagai pintu pendidikan

“Bacalah (igra) dengan menyebut nama Tuhanmu

yang menciptakan” demikianlah terjemahan ayat pertama dari QS.Al-Alaq (96): 1 yang ditrunkan kepada nabi Muhammad SAW. Hal ini menandakan bahwa membaca adalah aktifitas pertama dalam pendidikan islam dan semua jenis pendidikan. Membaca juga merupakan jendela hasanah ilmu pengetahuan dan jalan lapang untuk memahami dunia.

 

Pembacaan bisa beragam bentuknya baik dalam membaca

bentuk bacaan teks mapun konteks. Keragaman ini terkait dengan situasi dan kondisi pembaca dan juga yang di baca. Ketika kita membaca tek wahyu yang telah di bukukan menjadi kitab suci, misalnya kita harus membaca dengan melakukan pembacaan dengan totalitas, utuh dan kontekstual sehingga proses pembacaan serasa hangat seakan kitalah yang menerima wahyu langsung dari Alloh SWT (Muh. Roqib, 2009).

Aktivitas membaca ini hendaknya diteruskan dengan aktivitas menulis

dengan menggunakan pena atau menggunakan kecanggihan teknologi seperti computer. Akan tetapi sayangnya aktivitas menulis kurang mendapatkan perhatian dari kalangan kebanyakan umat islam. Lupa dengan kewajiban membaca dan menulis merupakan sautu tindakan dosa karena keduanya merupakan piranti untuk melaksanakan kewajiban dalam kehidupan. Ini sesuai dengan kaidah fiqhiyyah yang menyatakan: kewajiban yang tidak bisa dilaksanakan secara sempurna tanpa adanya sesuatu maka sesuatu itupun menjadi wajib hukumnya. Kewajiban membaca dan menulis ini di maknai sebagai motivasi spiritual bagi umat muslim untuk selalu berproses untuk mencari dan mengembangkan ilmu dan teknologi guna menggapai kemaslahatan bagi kehidupan (Muh.Rooqib, 2009).

Sumber  : http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/jam-tangan-pria/