Makam Tutankhamun Kembali Berkilau Setelah Renovasi

Makam Tutankhamun Kembali Berkilau Setelah Renovasi

Makam Tutankhamun Kembali Berkilau Setelah Renovasi

Makam Tutankhamun Kembali Berkilau Setelah Renovasi

Satu abad setelah ditemukan, makam Tutankhamun, mumi raja muda yang dikebumikan 3.000 tahun yang lalu, dibuka kembali. Makam itu dibuka setelah menjalani proses renovasi yang rumit untuk memperbaiki kerusakan akibat debu, kelembapan dan ulah pengunjung.

Pekerjaan renovasi yang memakan waktu satu dasawarsa membuat makan itu lebih berkilau dan aman.

Lukisan-lukisan rumit pada dinding-dinding dan langit-langit juga dikembalikan ke keadaan smeua saat arkeolog Inggris, Howard Carter, pertama kali memasuki makam itu pada 1922, Reuters melaporkan, Kamis (31/1).

Renovasi berlangsung selama sepuluh tahun dan sempat tertunda pada 2011

karena pergolakan politik untuk menurunkan Presiden Hosni Mubarak dari kekuasaan. Dalam proses renovasi, lantai kayu, penerangan, dan jalan-jalan dalam makan semuanya diganti, dan artinya Tutakhamun juga harus dipindahkan.

“Benda yang sangat berharga, jadi saat itu adalah masa yang menegangkan untuk memindahkan mumi,” kata Neville Agnew, direktur komunikasi Institut Konservasi Getty yang berbasis di Los Angeles. Lembaga itu memimpin pekerjaan renovasi.

“Sangat menakutkan,” kata Agnew menggambarkan proses mengangkat mumi

dan peti seberat 250kg serta membawanya dari makam dengan tangan.

“Duabelas orang, sambil menyanyikan lagu pujian dan membopong naik melewati jalan landai. Saya mengatakan: bila satu terpeleset, mumi itu akan jatuh dan membunuh seseorang. Mereka mengatakan: ‘Jangan Khawatir.’
Seorang penjaga melihat lukisa-lukisan kuno Mesir dan sarkofagus di dinding makam firaun muda, Raja Tutankhamun, di Lembah Para Raja di Luxor, Mesir, 31 Januari 2019
Seorang penjaga melihat lukisa-lukisan kuno Mesir dan sarkofagus di dinding makam firaun muda, Raja Tutankhamun, di Lembah Para Raja di Luxor, Mesir, 31 Januari 2019

Situs kuno di Lembah Para Raja telah menjalani renovasi beberapa kali sebelumnya. Tapi belum pernah dilakukan secara besar-besaran.

Pakar konservasi, arsitek, spesialis lingkungan, dan para ilmuwan memulai dengan analis

selama hampir lima tahun. Hasil analisis menunjukkan dampak lingkungan dan kerusakan akibat ulah pengunjung, termasuk coret-coretan, goresan-goresan dan barang-barang yang hilang.

“Uap air yang berasal dari nafas para pengunjung mempengaruhi semuanya di dalam makam,” kata Hussein Shaboury, profesor seni dari Univesitas Alexandria. Dia menambahkan di dalam makam suli untuk bernafas.

“Kami harus mengubah ini dan menciptakan metode agar udara segar masuk ke makam dan udara dialirkan dengan cara tertentu agar udara di dalam makam berganti setiap 30 menit.”

 

Sumber :

https://www.behance.net/ojelhtcman4fb2