Macam-macam Sistem Ekonomi

Macam-macam Sistem Ekonomi

Macam-macam Sistem Ekonomi

Macam-macam Sistem Ekonomi

1.     Sistem Perekonomian Pasar (Liberal/Kapitalis)
       Sistem ekonomi liberal-kapitalis adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan yang besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atau sumber daya sumber daya ekonomi atau faktor produksi. Secara garis besar, ciri-ciri ekonomi liberal kapitalis adalah sebagai berikut :

  • Adanya pengakuan yang luas terhadap hak pribadi.
  • Praktek perekonomian diatur menurut mekanisme pasar.
  • Praktek perekonomian digerakkan oleh motif keuntungan(profilemotife).

       Dasar bekerjanya sistem ini adalah adanya kegiatan “invisible hand” atau tangan-tangan yang tidak kelihatan yang dicetuskan oleh ahli ekonomi Adam Smith. Dasar ini berasal dari paham kebebasan. Buku Adam Smith yang berjudul “The Teory of Sentiments” menjadi kerangka moral bagi ide-ide ekonominya (1759). Paham kebebasan ini sejalan dengan pandangan ekonomi kaum klasik, dimana mereka menganut paham “Laissez faire”, yang menghendaki kebebasan melakukan kegiatan ekonomi dengan seminim mungkin campur tangan pemerintah.
       Dengan terjadinya resesi dunia pada sekitar tahun 1930-an, kejayaan sistem ini seakan-akan berakir. Dari kejadian itulah muncul pandangan-pandangan untuk memperbaiki sistem ini. Diantara para ahli yang cukup terkenal dan hingga sampai saat ini pandangannya masih relefan adalah J. M. Keynes, yang antara lain berpendapat bahwa negara, yang merupakan suatu kekuatan di luar sistem liberalis ini haruslah ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi agar pekerjaan selalu tersedia bagi semua warganya.
       Secara umum karakteristik sistem ekonomi liberal/kapitalisme adalah :

  • Faktor-faktor produksi (tanah, modal, tenaga kerja, kewirausahawan) dimiliki dan dikuasai oleh pihak swasta.
  • Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi, diserakan kepada pemilik faktor produksi dan akan dikoordinir oleh mekanisme pasar yang berlaku.
  • Rangsangan instensif atau umpan balik diberikan dalam bentuk utama materi sebagai sarana memotivasi para pelaku ekonomi.
  1.     Sistem EkonomiSosialis-Komunistis

Pencetus ide mengenai sistem ekonomi etatisme adalah Karl Max, yang diilhami dengan penderitaan kaum buruh yang terjadi saat itu, sebagai ulah para kaum kapitalis. Dalam sistem ini praktis kegiatan ekonomi sepenuhnya diatur dibawah kendali negara. Sistem ini dapat kita lihat pada negara yang menganut faham komunisme, seperti Uni Soviet misalnya.

Dalam sistem ekonomi sosialis-komunistis adalah kebalikan dari sistem ekonomi liberal-kapitalis, dimana sumber daya ekonomi atau faktor produksi dikuasai sebagai milik negara. Suatu negara yang menganut sistem ekonomi sosialis-komunistis menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam mejalankan dan memajukan perekonomian.

Dalam sistem ini yang menonjol adalah kebersamaan, dimana semua alat produksi adalah milik bersama (negara) dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Sistem sosialis sendiri terdiri dari :

  1. Sistem sosialis pasar, dengan karakteristik :
  • Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah/negara.
  • Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi dengan dikoordinasi oleh pasar.
  • Rangsangan dan insentif diberikan berupa material dan moral, sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.
  1. Sistem sosialis terencana (komunis), dengan karakteristik :
  • Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah/negara.
  • Pengambilan keputusan ekonomi bersifat sentralisasi dengan dikoordinasi secara terencana.
  • Rangsangan dan insentif diberikan berupa material dan moral, sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.

       Dengan semakin berkembangnya kesadaran masyarakat dan tuntutan perekonomian internasional, tampaknya sistem sosialis terencana ini mulai ditinggalkan oleh penganutnya. Salah satu contoh adalah yang diawali oleh presiden Rusia, Gorbachef dengan tindakan pembaharuannya. Dan akhir-akhir ini dengan mulai pecahnya negara-negara berpaham komunis, yang di dalam perekonomiannya cenderung bersistem sosialis.

Baca Juga :