Keren, Tiga Mahasiswa UI Ciptakan Obat Tablet dari Rumput Laut

Keren, Tiga Mahasiswa UI Ciptakan Obat Tablet dari Rumput Laut

Keren, Tiga Mahasiswa UI Ciptakan Obat Tablet dari Rumput Laut

Keren, Tiga Mahasiswa UI Ciptakan Obat Tablet dari Rumput Laut

Lebih dari 90 persen bahan baku obat di Indonesia berasal dari bahan impor.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor obat, sejumlah mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) berhasil menemukan bahan Superdisintegran Lokal berupa tablet mudah pecah dan larut dalam tubuh.

Bayangkan saja, obat itu larut kurang dari 30 detik.

Dengan memberdayakan mikroagla merah bernama Gracilaria verrucosa, penelitian ketiga mahasiswa UI ini turut mendukung program
pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap obat impor.

Tablet cepat hancur atau Fast Disintegration Tablet (FDT) merupakan tablet

yang cepat pecah di rongga mulut pasien tanpa membutuhkan air.

FDT sangat dibutuhkan bagi pasien yang mengalami kesulitan menelan seperti pasien geriatri (pasien lanjut usia), pediatrik (pasien
bayi dan anak), pasien yang kesulitan mencari air, pasien yang sering muntah maupun pasien dengan gangguan jiwa.

Ketiga mahasiswa Farmasi UI tersebut adalah Kevin Dio Naldo, Revi Pribadi dan Rezwendy di bawah bimbingan Dosen Farmasi UI Silvia Surini

“Banyak bahan superdisintegran yang ada di Indonesia adalah produk impor

. Jadi kami melakukan serangkaian penelitian guna meneliti
sumber superdisintegran lokal baru dari bahan di alam Indonesia. Maka digunakanlah G Verrucosa yang melimpah namun pemanfaatannya
dalam bidang farmasi belum banyak dilakukan,” kata salah satu mahasiswa, Kevin kepada JawaPos.com, Selasa (22/8).

Kevin dan tim memilih G Verrucosa yang merupakan jenis rumput laut kelas alga merah (Rhodophyceae) yang dicirikan berwarna merah
hingga keunguan.

Di Indonesia, G Verrucosa tersebar di berbagai daerah pesisir seperti Terora,

Bali Paciran, Jawa Timur Sekotong,
Lombok Dompu, Sumbawa, Pelabuhan Ratu Jawa Barat, Pantai Baron, Yogyakarta Pulau Sawu, NTT Sibatua, Sulawesi Selatan dan Pulau Besar,
Flores yang produksinya berkisar ratusan hingga ribuan ton per tahun.

Formula pembuatan tablet superdisintegran berbahan G Verrucosa ini memenuhi kriteria yaitu tidak membutuhkan air untuk pecah, memiliki rasa yang enak, tidak rapuh, tidak meninggalkan residu pada mulut dan tidak dipengaruhi suhu dan tekanan.

“Kami berharap temuan ini menciptakan bahan baku obat lokal, menekan angka impor obat serta mendorong produksi superdisintegran lokal
dan memberikan informasi kepada petani tambak mengenai nilai guna lain dari G Verrucosa dan dapat mensejahterakan mereka,” katanya.

 

Sumber :

https://www.givology.org/~danuaji/blog/694053/