Jamin ‘Impor’ Dosen Asing Tidak Ganggu Dosen Lokal

Jamin ‘Impor’ Dosen Asing Tidak Ganggu Dosen Lokal

Jamin ‘Impor’ Dosen Asing Tidak Ganggu Dosen Lokal

Jamin ‘Impor’ Dosen Asing Tidak Ganggu Dosen Lokal

Tahun ini kebijakan impor merembet juga ke dunia pendidikan tinggi.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membuka rencana impor atau mendatangkan 200 dosen asing. Sejumlah skema dipersiapkan untuk kedatangan mereka.

Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, salah satu skemanya adalah melalui program World Class Professor (WCP). Tahun lalu program WCP menghadirkan 87 profesor. Yang terbanyak berasal dari Jepang.

Menurut Ghufron, selama ini durasi kedatangan dosen asing ke Indonesia sangat singkat.

”Kita maunya lebih lama sehingga bisa memberikan dampak peningkatan mutu, baik di proses pendidikan, penelitian, maupun publikasi karya ilmiah,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (13/4).

Guru besar UGM itu menambahkan, kalau bisa para dosen asing itu berada di Indonesia selama lebih dari setahun. Terkait munculnya kekhawatiran dosen asing tersebut bisa mengganggu dosen lokal, Ghufron mengatakan tidak perlu ada kekhawatiran semacam itu. Justru para dosen lokal dan asing akan berkolaborasi untuk maju bersama-sama.

Sekjen Kemenristekdikti Ainun Naim mengungkapkan, impor dosen asing itu tidak semata-mata

mendatangkan dosen begitu saja. Tetapi, melalui banyak skema. Di antaranya, pertukaran antara dosen Indonesia dan dosen luar negeri. Selain itu, bisa melalui skema penelitian bersama. Baik di Indonesia maupun luar Indonesia.

 

Baca Juga :