HUKUM SNELLIUS PEMBIASAN

Hukum Snellius Pembiasan

HUKUM SNELLIUS PEMBIASAN

HUKUM SNELLIUS PEMBIASAN

Dalam kehidupan sehari-hari kita beberapa kali atau bahkan sering melihat peristiwa pembiasan. Seperti melihat dasar kolam renang yang terlihat lebih dangkal atau mungkin melihat pelangi di langit setelah hujan turun. Kalau kita berbicara peristiwa-peristiwa diatas maka kita harus membahas tentang hukum snellius pembiasan. Pembiasan cahaya merupakan peristiwa pembelokan cahaya yang melalui medium dengan kerapatan optik yang berbeda. bisa dari medium rapat kerenggang atau dari renggang ke rapat. Ada dua kemungkinan yang terjadi apabila terjadi peristiwa pembiasan yaitu :

Mendekati garis normal

Apabila cahaya merambat dari media optik renggang ke media optik lebih rapat, maka cahaya dibiaskan menuju (mendekati) garis normal. Sebagai contoh cahaya merambat dari udara menuju ke dalam air.

Hukum Snellius Pembiasan
Gb. Pembiasan Mendekati Garis Normal

Menjauhi garis normal

apabila cahaya merambat dari media optik lebih rapat ke media optik renggang, maka cahaya dibiaskan menjauhi garis normal. Sebagai contoh cahaya merambat dari dalam air menuju ke udara.

Hukum Snellius Pembiasan
Gb. Pembiasan Menjauhi Garis Normal

Syarat –syarat terjadinya pembiasan :
· Cahaya melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya.
· Cahaya datang tidak membetuk 90° terhadap bidag batas, melaika harus lebih kecil dari 90°

Indeks Bias
Christian Huygens : “ indeks bias adalah hasil bagi antara laju sinar cahaya pada ruang hampa udara dengan laju sinar cahaya dalam suatu zat” . Peristiwa pembiasan cahaya dapat terjadi dikarenakan adanya perbedaan laju cahaya dari kedua medium. Dimana pada medium rapat laju cahaya lebih kecil dibandingkan pada medium yang renggang.

Secara matematis dirumuskan sebagai berikut :

Hukum Snellius Pembiasan

Dimana :
– n : indeks bias suatu medium
– c : laju cahaya pada ruang hampa ( 3 . 108 m/s)
– v : laju cahaya dalam zat
Nilai Indeks bias tidak ada yag lebih kecil dari 1.

Table indek bias zat

Medium
n = c / v
Udara hampa
1,00000
Udara (pada STP)
1,00030
Air
1,33
Es
1,31
Alcohol Etil
1,36
Gliserol
1,48

Hukum Snellius Pembiasan

Pada saat cahaya melewati dari suatu medium ke medium yag lain, terdapat beberapa cahaya datang dipantulkan . Sedangkan sisanya tetap lolos ke medium yang baru. Apabila cahaya yang datang dari medium pertama membetuk sudut tertentu (tidak tegak lurus), maka berkas cahaya berkas tersebut aka dibelokkan ketika memasuki medium yang kedua. Peristiwa pembelokan cahaya ini yang disebut pembiasan. Kurang lebih tahun, 1621 seorag bernama Willebrord Snell ilmuan asal Belanda. melakukan percobaan untuk mencari keterkaitan antara sudut datang yang dibentuk oleh sinar dengan sudut bias yang dibetuk oleh sinar bias. Hasilnya kini disebut sebagai hukum Snellius yang berbunyi :
Sinar datang, garis normal, serta sinar bias menempati suatu bidang datar.
Indeks bias merupakan hasil pembagian dari sinus sudut datang cahaya dengan sinus sudut bias cahaya yang menghasilkan suatu bilangan tetap

Baca Juga :