Erajaya dukung regulasi IMEI untuk kontrol ponsel BM

Erajaya dukung regulasi IMEI untuk kontrol ponsel BM

Erajaya dukung regulasi IMEI untuk kontrol ponsel BM

Perusahaan ritel dan distribusi perangkat elektronik Erajaya Swasembada mendukung wacana Kementerian Komunikasi dan Informatika menerapkan aturan dan sistem yang dapat menedeteksi IMEI (International Mobile Equipment Identity) ponsel untuk menekan peredaran ponsel di pasar gelap atau black market (BM)

“Kalau bisa dikunci dengan IMEI itu jalan yang paling efektif. Black market benar-benar

merugikan,” ujar Director of Marketing and Communications PT Erajaya Swasembada, Djatmiko Wardoyo, usai penjualan perdana seri iPhone X terbaru di iBox Central Park Mall, Jakarta, Jumat.

Djatmiko melihat black market dapat merugikan pemerintah secara langsung dengan adanya potensi kehilangan pendapatan pajak penghasilan sebesar 10 persen.

Tidak hanya itu, perlidungan terhadap barang juga dipertanyakaan

, sehingga dapat merugikan konsumen. “Handphone dan barang black market tidak dilindungi garansi. Itu risiko pembeli memang, tapi dirugikan,” ujar Djatmiko.

Terakhir, dia mengatakan black market juga merugikan perusahaan-perusahaan yang menjual produk resmi.

“Kami memperkerjakan hampir sembilan ribu orang dan investasi retail hampir 1.000 di Indonesia sudah komitmennya sedemikian rupa, kemudian handphone BM harganya selisih jauh, jadi enggak fair,” kata Djatmiko.

Meski demikian, Djatmiko mengatakan bahwa aturan tentang IMEI

harus memperhatikan berbagai aspek. Misalnya, bagi orang asing yang datang ke Indonesia.

“Apakah ada izin khusus atau bagaimana. Artinya, kalau di Indonesia luasnya daerah memang challenging tapi itu akan sangat efektif,” kata dia.

 

sumber :

https://www.kakakpintar.id/seva-mobil-bekas/