Efektivitas Layanan Bimbingan Belajar Melalui Pembelajaran Kooperatif Bagi Anak

Efektivitas Layanan Bimbingan Belajar Melalui Pembelajaran Kooperatif Bagi Anak

Efektivitas Layanan Bimbingan Belajar Melalui Pembelajaran Kooperatif Bagi Anak

Efektivitas Layanan Bimbingan Belajar Melalui Pembelajaran Kooperatif Bagi Anak

Penelitian ini berangkat dari temuan terhadap keberadaan anak berkesulitan belajar berhitung (ABBB) di sekolah normal. Kesulitan yang mereka alami dapat dilihat dari beberapa Aspek, yaitu akademik, nilai prestasi mereka berada di bawah rata-rata kelas, untuk mata pelajaran Matematika. Masalah sosial, sering terkucil dan disepelekan dalam pergaulan teman sekelas. Dan masalah emosional yakni minder, rendah diri, dan impulsiv, memperparah kondisi mereka di kelas. Juga teramati bahwa iklim pembelajaran dalam kelas tidak kondusif bagi mereka untuk belajar dengan efektif, layanan bimbingan belajar pun agak jarang dilakukan oleh guru yaitu hanya program pengayaan di saat menjelang waktu ujian .
Realitas keadaan ini memotivasi peneliti untuk mencoba menerapkan layanan bimbingan belajar melalui pembelajaran kooperatif, yang direkomendasikan oleh beberapa ahli, mampu mengatasi berbagai masalah yang di alami anak berksesulitan belajar berhitung. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) model siklus Kemmis & Mc. Taggart, dengan tiga tahapan, yaitu perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Subyek penelitian terdiri dari empat anak dari 45 anak , di kelas VI b SD Jatiasih III, Kota Bekasi. Teknik pengumpulan data adalah observasi, analisis dokumen, dan wawancara, serta analisis data dilakukan kategorisasi data, validasi, dan interpretasi.
Dari tiga siklus yang telah dilaksanakan, berisi layanan bimbingan pembelajaran kooperatif dengan mata pelajaran Matematika, diperoleh hasil, prestasi akademik ABBB dengan nilai terendah 7,5 dan nilai tertinggi 10, dengan rata-rata 8 untuk setiap siklus dan prosentase kenaikan nilai pre tes dan post tesnya adalah 35% – 50 %, nilai pre tes yang hanya 4 – 4,5, pada nilai rata-rata kelas 7.7 , mampu naik dengan nilai 7,5 – 9, pada nilai rata-rata kelas 9,4. Bahkan anak yang tidak berkesulitan belajar pun menaikan prosentase nilainya pada kisaran 5% – 15 %. Masalah sosial juga secara progresif dapat teratasi. Dimana anak mulai percaya diri untuk berteman dan bergaul, tanpa perasaan minder dan rendah diri. Masalah emosional juga mampu teratasi, dimana rasa takut, cemas, dan agresifnya, secara pasti mulai berubah menjadi berani, percaya diri, dan terkendali perilakunya. Maka dengan demikian dapatlah disimpulkan, bahwa bimbingan belajar melalui pembelajaran kooperatif sangat efektif untuk mengatasi masalah ABBB, dan dapat disusunlah sebuah model layanan bimbingan belajar melalui pembelajaran kooperatif bagi ABBB.

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/