Dasar – Dasar Organiasasi Perpustakaan

Dasar – Dasar Organiasasi Perpustakaan

Latar Belakang
Seiring bersama dengan pertumbuhan kemajuan didalam bidang teknologi Info terhadap masa Info dan globalisasi saat ini ini, membawa implikasi yang menyeluruh terhadap bidang kehidupan, sosial, perdagangan, ekonomi, pendidikan, kebudayaan dan juga terhadap kehidupan organisasi profesi bakal mengalami perubahan, lebih-lebih untuk menyahuti pertumbuhan tersebut. Peran perpustakaan dan pustakawan, semakin bertambah perlu untuk mewujudkan masa Info supaya berlangsung suatu yang benar-benar mendasar, seperti organisasi, kronologis kesibukan pekerjaan, keahlian, fungsi, proses pekerjaan.

Dalam manajemen perpustakaan modern, organisasi atau kelembagaan perpustakaan merupakan keliru satu factor yang benar-benar penting. Didalam organisasi, tugas, wewenang, dan tanggung jawab setiap orang perlu jelas, demikianlah pula didalam pertalian dan tata kerjanya.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas adapun rumusan kasus didalam berasal dari makalah ini adalah sebagai berikut:
Apa yang dimaksud bersama dengan konsep organisasi?
Bagaimana proses pembentukan perpustakaan sekolah?
Apakah yang dimaksud bersama dengan struktur organisasi perpustakaan sekolah, manajemen, perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, dan kepemimpinan?
Tujuan
Dengan penulisan makalah grup ini secara teoritik bakal sanggup menaikkan wawasan mereka mengenai Dasar – Dasar Organisasi Perpustakaan. Dan sesudah itu sanggup mengaplikasikan didalam pendidikan.

BAB II PEMBAHASAN

Konsep Organisasi
Menurut Siagan ( 1994 ), Organisasi adalah setiap usaha dan wujud persekutuan pada 2 orang atau lebih yang bekerjasama untuk suatu target bersama dengan yang terikat secara resmi didalam suatu ikatan hirarki,yang mana tetap terkandung pertalian pada seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.
Pertama, organisasi sebagai wadah / daerah manajemen dimana kesibukan manajemen dilaksanankan. Kedua, organisasi sebagai faedah manajemen, yang menambahkan daerah manajemen sanggup bergerak didalam batas – batas tertentu. Organisasi didalam arti dinamis artinya organisasi itu bergerak mengadakan bagian kerja.
Pengorganisasian adalah sebagai proses kesibukan penyusunan struktur organisasi sesuai bersama dengan target organisasi, sumber kekuatan yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupinya. Dua faktor proses penyusunan organisasi adalah departementalisasi dan bagian kerja.
Proses Pembentukan Perpustakaan Sekolah
Berdasarkan UU No. 20 th. 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 th. 2005 mengenai Standard Nasional Pendidikan pasal 42 yang menjelaskan bahwa sekolah perlu memiliki perpustakaan.

Langkah – cara untuk membentukan perpustakaan sekolah sebagai berikut;
Menetapkan landasan hukum
Menetapkan sumber kekuatan manusia
Menyediakan koleksi
Gedung dan perabot
Menyediakan dan memprogram anggaran
Struktur Organisasi Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar kedudukannya sejajar bersama dengan sumber belajar lain, seperti laboratorium, area keterampilan / kesenian, dan bengkel kerja praktek. Kegiatan – kesibukan didalam konteks perpustakaan dikelompokkan jadi 2 yaitu, sarana tekhnis dan sarana pengguna.
Stuktur organisasi perpustakaan sekolah biasa dibuat sendiri dan disesuaikan bersama dengan situasi sekolah. Perpustakaan sekolah sebagai intergral berasal dari proses pendidikan sekolah berada dibawah wewenang kepala perpustakaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah.
Perpustakaan sekolah adalah unit kerja yang jalankan kesibukan / faedah pengadaan, pengolahan, penyimpanan, dan pendayagunaan dan juga pemeliharaan atau pelestarian koleksi buku untuk menolong proses belajar mengajar.

Manajemen Perpustakaan
Masih banyak perpustakaan memanfaatkan cara administrasi perkantoran biasa / manejemen tradisional, yang memiliki kekurangan didalam mengembangkan beberapa bidang, misalnya layanan. Dalam pelaksanaannya kesibukan perpustakaan tumbuh bersama dengan ilmu lain, yaitu ilmu informasi, dokumentasi, dan kearsipan. Secara umum, baik atau buruknya perpustakaan kebanyakan diukur berasal dari banyaknya koleksi dan ukuran gedung / ruangan.
Sistem manajemen moderen mengharuskan setiap unit organisasi perlu berorientasi terhadap hasil, memiliki sumber kekuatan manusia profesional, dan memanfaatkan teknologi informasi. Secara definisi, pengertian manajemen menurut Kamus Bahasa Indonesia, ( 1991: 1 ) “manajemen sebagai sumber kekuatan efisien untuk meraih sasaran”. Kegiatan seorang manajer, apa pun yang ditunaikan adalah untuk meraih suatu target ( badan instansi, organisasi, lembaga, juga lembaga perpustakaan ).

Perencanaan
1. Konsep
Perencanaan adalah proses kesibukan didalam menyusun sasaran dan sumber kekuatan yang dibutuhkan didalam kurun kala tertentu untuk masa yang bakal berkunjung sesuai tugas dan faedah yang ditetapkan untuk meraih target perpusdokinfo.
Menurut para pakar manajemen, pengertian perencanaan sanggup dirumuskan sebagai berikut. Ralph Currier Davis dan Alan C. Falley ( 1971 ) tunjukkan bahwa perencanaan adalah pekerjaan memilih dan memerinci sasaran, kebijakan, program, pertalian organisatoris, prosedur, anggaran.
Perencanaan diperpustakaan ditunaikan bersama dengan memproyeksikan pikiran terhadap apa yang mendambakan dikerjakan, kapan dan siapa yang bakal mengerjakan apa, dan juga bagaimana pelaksanaannya. Perencanaan menyangkut tempat, pelaksana, dan tata cara untuk meraih sasaran yang ditetapkan.

2. Jenis Perencanaan

Jenis perencanaan terhadap perpusdokinfo sebagai berikut.
Tujuan, sasaran, dan target adalah hasil akhir pelaksanaan suatu kegiatan,
Rencana strategik, yaitu rumusan konsep kesibukan didalam kurun kala tertentu,
Rencana induk, yaitu konsep jangka panjang, yang memuat sasaran dan kesibukan pokok terhadap masa yang bakal berkunjung didalam kurun kala 20 – 25 tahun.
Rencana operasional perpusdokinfo, yaitu konsep yang berlaku dan ditunaikan didalam kala singkat,
Program kerja, adalah penjabaran konsep stategis yang telah disusun dan menindak lanjuti kasus timbul sesuai visi dan misi,
Kebijakan, terhadap dasarnya merupakan ketentuan yang telah disepakati oleh para pihak tentang dan ditetapkan oleh yang berwenang sebagai pedoman atau petunjuk bagi setiap kesibukan aparatur,
Peraturan, adalah ketentuan yang perlu ditaati,
Anggaran, yaitu perhitungan kebutuhan yang dibutuhkan didalam jalankan program dan kesibukan didalam kurun kala tahunan,
Standard, adalah bentuk, ukuran kriteria, dan jumlah, tipe, jenis dasar, tolak ukur, gambaran, perhitungan terhadap suatu pelaksanaan dan kronologis kerja.
Pengorganisasian Perpustakaan
Pengorganisasian benar-benar memilih kelancaran pelaksanaan berbentuk pengaturan lebih lanjut mengenai kekuasaan, pekerjaan dan tanggung jawab. Langkah – cara pengorganisasi ditunaikan bersama dengan mempelajari rencana, menegaskan nama penanggung jawab, target setiap unit kerja, yang dipertanggung jawabkan oleh suatu grup bersama dengan pimpinan. Pengorganisasian ditunaikan bersama dengan tahapan sebagai berikut.
Pemstukturan, atau penentuan struktur kerja mirip sebagai hasil asumsi bagian kerja sekurang – kurangnya termasuk dua kesibukan utama; ( a ) pengelompokan dan pendistribusian tugas. ( b ) pembentukan unit dan struktur.
Pemilihan dan penunjukan staf, yaitu memilih orang yang pas bersama dengan komitmen the right mannon the right place. Tahapannya sebagai berikut; ( a ) memicu asumsi dan penghitungan staf yang diperlukan; ( b ) menganalisis dan membandingkan situasi dan mutu pegawai yang telah ada; ( c ) jalankan cara – cara pengembangan tenaga baru yang diperlukan; ( d ) mempersiapkan staf yang bakal dipakai lewat pelatihan sesuai bersama dengan kebutuhan; ( e ) mempersiapkan surat penugasan.
Fungsionalisasi, ialah penentuan tugas dan faedah setiap orang dan unit satuan kerja.
Kepala unit kerja, terhadap dasarnya menyangkut pengelolaan faktor adminitrasi sumber kekuatan keuangan, kepegawaian, gedung atau ruangan, dan juga perlengkapan dan peralatan.
Tanggung jawab manajemen perpustakaan; merumuskankan target dan sasaran, menyusun program dan kegiatan, menyediakan tenaga, anggaran, perlengkapan, dan juga sarana dan prasarana, menyusun pertanggung jawaban secara tercantum berasal dari seluruh pelaksanaan program, tenaga, dan sumber kekuatan lainnya.
Koordinasi

Pengertian koordinasi menurut Jene D. Mooney ialah pencapaian usaha grup secara teratur dan kesatuan tindakan didalam meraih target bersama. Kemudian, faedah koordinasi meliputi ;
Koordinasi merupakan keliru satu faedah manajemen, disamping faedah perencanaan, pembinaan pegawai, pembinaan kerja, motivasi, dan pengawasan.
Koordinasi merupakan usaha untuk menanggung kelancaran mekanisme prosedur kerja.
Koordinasi merupakan usaha yang mengarahkan dan menghimpun kesibukan didalam satuan kerja organisasi supaya bergerak sebagai kesatuan yang bulat didalam jalankan seluruh tugas organisasi untuk meraih tujuannya.
Koordinasi merupakan faktor dominan yang perlu diperhatikan bagi kelancaran hidup organisasi.
Bentuk koordinasi meliputi koordinasi intern dan ekstern. Koordinasi intern terdiri atas koordinasi vertikal, horizontal, dan diagonal. Kemudian, wujud koordinasi ekstern juga koordinasi funsional. Dalam koordinasi ekstern yang berbentuk fungsional, koordinasi cuma berbentuk horizontal dan diagonal.

Kepemimpinan
1. Pengertian
Menurut Hemhill & Coons ( 1987 ), kepemimpinan adalah tabiat seorang individu yang memimpin kesibukan suatu grup untuk meraih suatu tujuan. Demikian juga definisi kepemimpinan merupakan penggabungan beberapa faedah manajemen yang saling berhubungan, yang meliputi kepemimpinan, pengarahan, komunikasi, bantuan motivasi, dan penyediaan sarana dan prasarana.
2. Tipe Kepemimpinan
Berdasarkan model kepemimpinan sanggup dikenal jenis kepemimpinan sebagai berikut;
Tipe karismatik, Yakni pemimpin yang memiliki kekuatan tarik, wibawa, dan karisma yang besar supaya memiliki banyak pengikut.
Tipe paternalistik dan materialistik, yaitu pemimpin yang kebapakan dan membawa sifat, pada lain berasumsi bawahannya sebagai manusia yang belum dewasa dan juga jarang memberi peluang kepada bawahan untuk berinisiatif dan mengembangkan kreativitasnya.
Tipe militeristik, yaitu pemimpin yang membawa sifat, pada lain memanfaatkan proses perintah, disiplin, keras, tidak berharap petunjuk dan kritik, dan juga komunikasi yang berlangsung searah.
Tipe laissez faire, yaitu pemimpin yang memiliki karakter praktis, tidak memimpin, namun membiarkan bawahan sesuka hati, seluruh tanggung jawab pekerjaan diserahkan kepada bawahan.
Tipe populistik, yaitu pemimpin yang sanggup membangun solidaritas rakyat dan berpegang terhadap nilai – nilai penduduk tradisional.
Tipe administratif, yaitu pemimpin yang sanggup menyelenggarakan administrasi yang efektif, efisien, dan sanggup menggerakan dinamika modernisasi.
Tipe otokrasi, yaitu pemimpin yang mendasarkan diri terhadap kekuasaan dan paksaan yang perlu dipatuhi, berambisi merajai situasi, setiap perintah dan kebijakan ditetapkan tanpa berkonsultasi bersama dengan bawahan.
Tipe pemimpin yang demokratis, yaitu pemimpin yang tetap menambahkan bimbingan, mengadakan koordinasi pekerjaan kepada bawahannya, menghormati potensi setiap individu, dan sudi mendengarkan petunjuk berasal dari bawahan.
3. Human Relation
Kepemimpinan didalam perpusdokinfo bakal lebih lengkap misalnya memenuhi syarat pokok, bahwa pemimpin;
Harus sensitif terhadap lingkungan.
Harus jadi teladan.
Harus setia terhadap janji, atasan, dan bawahannya
Harus sanggup menyita keputusan, pandai, cakap, dan bijak didalam berbagai tindakan yang ditetapkannya.
Harus sanggup menggerakan dan menanamkan etos kerja kepada bawahannya.
Harus pintar mengatur dan memanfaatkan waktu.
4. Motivasi
Pemimpin perlu sanggup memotivasi seluruh staf didalam pelaksanaan pekerjaan bersama dengan cara;
Memperbaiki kinerja bawahan dan menganalisis kapabilitas dan kelemahan mereka, menambahkan pelatihan, mengembangkan keterampilan, menyusun konsep kerja, dan mengambil keputusan target prestasi kerja.
Memantau kapabilitas internal dan eksternal yang sanggup mempengaruhi organisasi.
Mengadakan koordinasi dan konsultasi dan ikuti pertumbuhan didalam masyarakat.

BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Perpustakaan adalah organisasi, berbentuk lembaga, atau unit keria yang bertugas menghimpun koleksi pustaka dan menyediakannya bagi penduduk untuk dirnanfaatkan. Lembaga merupakan organisasi yang otonom, tengah unit kerja merupakan organisasi di didalam oqganisasi, supaya memiliki lembaga induk. Tujuan perpustakaan sebagai organisasi otonom agak berlainan bersama dengan target perpustakaan sebagai anak suatu organisasi yang telah membawa target tertentu. Tujuan perpustakaan yang terakhir ini menolong target lembaga induknya.

Baca Juga :