CARA-CARA MEMBERSIHKAN DIRI, PAKAIAN DAN TEMPAT SHOLAT

CARA-CARA MEMBERSIHKAN DIRI, PAKAIAN DAN TEMPAT SHOLAT

CARA-CARA MEMBERSIHKAN DIRI, PAKAIAN DAN TEMPAT SHOLAT

PERINTAH BERSUCI

  • Agama Islam adalah agama yang suci ajarannya yang mendorong umatnya untuk hidup bersih dan suci, sebagaimana Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 222 :

š 

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

  • Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Hadist  Nabi tentang perintah bersuci :

الا سلام نضيف فتنظفوا فانه لايدخل الجنة الآنضيف

  • Artinya : “Islam itu bersih, maka dari itu jagalah kebersihan! Sesungguhnya tidak dapat masuk surga kecuali orang yang bersih”.  (H.R. Thabrani)

النظافة تدعو الى الايمان

  • Artinya : “Sesungguhnya kebersihan itu membawa kepada Iman.” (H.R. Thabrani)

Bersuci itu dapat dibagi 2 macam, yaitu :

  1. Bersuci dari dosa, yakni bertobat kepada Alla yang merupakan Tharah Ruhaniah;
  2. Bersuci dari hadas atau dari segala sesuatu yang najis dan yang mengotori badan, yaitu mandi janabat dan berwudhu atau penggantinya, yakni tayamum, sebagai bentuk thaharah jasmaniah. Bersuci dari kotoran badan tanpa ada kaitan secara langsung dengan pelaksanaan ibadah mahdhah, yaitu mandi secara teratur, mencuci setelah buang air, dsb. (Abdul Hamid & Maman Abd. Jalil, 2009 : 153-154)

Beberapa hal yang meliputi beberapa perkara tentang bersuci :

  1. Alat bersuci, seperti air, tanah dan sebagainya.
  2. Kaifiat (cara) bersuci.
  3. Macam dan jenis-jenis najis yang perlu disucikan.
  4. Benda yang wajib disucikan.
  5. Sebab-sebab atau keadaan yang menyebabkan wajib bersuci

Air terdapat beberapa bagian :

  • Air mutlak, yakni air yang suci dan menyucikan. Air inilah air yang dipakai berwudhu dan mandi janabat. Air mutlak ini dapat berupa air  hujan, es, salju, dan embun.
  • Air suci tetapi tidak mensucikan, yaitu zat nya suci, tetapi tidak sah dipakai untuk menyucikan sesutu. Contohnya : air yang telah berubah salah satu sifatnya karena karena bercampur dg benda yg suci spti kopi, teh,air yg sedikiti, air kelapa dll. (Sulaiman Rasyid; 2006 : Hal. 15)
  • Air musta’mal, yaitu air yang telah digunakan/air bekas, boleh dipakai untuk berwudhu sepanjang belum berubah warna dan baunya kecuali kotor tidak boleh digunakan.
  • Air yang bernajis, terbagi kedalam 2 bagian :
  1. a)sudah berubah salah sifatnya oleh najis. Air ini tidak boleh dipakai baik sedikit ataupun banyak, sebab hukumnya spt najis.
  2. b)Air bernajis, tetapi tidak berubah salah satu sifatnya (kurang dari 2 kulah)

 

  •  Air yang makruh, yaitu air yang terjemur oleh oleh matahari dalam bejana selain bejana emas dan perak.

PENGERTIAN HADAS DAN NAJIS

  • Hadas, yaitu keadaan diri pada seorang muslim yang menyebabkan ia tidak suci, dan tidak sah untuk mengerjakan sholat.
  • Najis, menurut bahasa berarti kotor, tidak bersih atau tidak suci. Sedangkan menurut istilah adalah kotoran yang seorang muslim wajib membersihkan diri dan mencuci apa-apa yang terkena najis.

Benda-benda yang najis :

  1. Bangkai
  2. Darah
  3. Babi, anjing, binatang jalalah (binatang ternak yang memakan kotoran)
  4. Kotoran yang keluar dari tubuh manusia dan binatang yang berupa kencing, tinja, nanah, muntah, mani, madzi dan wadi

(Drs. M. Suparta, MA,dkk, 1996 :66-72)

Sumber: https://gurupendidikan.org/