Buku Audio, Sumber Belajar Alternatif Bagi Siswa Tunanetra

Buku Audio, Sumber Belajar Alternatif Bagi Siswa Tunanetra

Buku Audio, Sumber Belajar Alternatif Bagi Siswa Tunanetra

Buku Audio, Sumber Belajar Alternatif Bagi Siswa Tunanetra

Kemendikbud — Selama ini sumber belajar bagi siswa-siswi tunanetra relatif terbatas jumlahnya.

Sumber-sumber belajar tersebut sebagian besar berupa buku yang dicetak dalam huruf Braille. Kini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghadirkan sumber belajar alternatif bagi siswa tunanetra, yaitu buku audio.

Buku audio pembelajaran bagi tunanetra ini diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada saat pembukaan Rakor Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta 20 Maret 2018. Secara simbolis, Mendikbud menyerahkan gawai yang berisi buku audio tersebut kepada siswa-siswi tunanetra dari Sekolah Luar Biasa (SLB) A Pembina Jakarta.

Buku audio pembelajaran ini dikembangkan oleh Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan

dan Kebudayaan (BPMRPK) Kemendikbud. Kepala BPMRPK, Aristo Rahadi, mengatakan produksi buku audio pembelajaran ini untuk memudahkan penyandang tunanetra yang selama ini mengandalkan suara dalam menerima informasi. “Selain itu buku audio ini alternatif dari buku Braille yang sebelumnya juga menjadi media pembantu penyandang tunanetra,” kata Aristo Rahadi.

Buku audio ini berisi rekaman-rekaman dari bermacam-macam buku teks pelajaran di berbagai jenjang. Berkas buku audio ini juga dapat diunduh melalui laman Radio Edukasi pada tautan http://radioedukasi.kemdikbud.go.id.

Buku audio ini juga telah melalui sejumlah uji coba. Uji coba pertama kali dilakukan pada awal 2017

di Mts Yaketunis Yogyakarta. Kini, buku audio ini sudah didistribusikan ke delapan provinsi, dan akan terus ditingkatkan distribusinya hingga menjangkau seluruh Indonesia.

Seorang siswa tunanetra yang sudah mencoba buku audio ini, Alfatulloh Radiya, mengatakan menyukai buku audio ini. “Suka sekali, tadi saya mendengarkan cerita-cerita sejarah. Ada juga percakapan Bahasa Inggris. Semoga nanti ada novel-novel atau cerita-cerita yang ditambahkan ke buku audio ini,” kata siswa SLB A Pembina Jakarta tersebut. (Nur Widiyanto)

 

Baca Juga :