Bagaimana Mengajarkan Anak bahwa Uang Bukan Jatuh dari Pohon?

Bagaimana Mengajarkan Anak bahwa Uang Bukan Jatuh dari Pohon?

Bagaimana Mengajarkan Anak bahwa Uang Bukan Jatuh dari Pohon

Bagaimana Mengajarkan Anak bahwa Uang Bukan Jatuh dari Pohon

Uang tidak jatuh dari pohon atau kalau orang Jogja bilang

, “Emang tinggal metik daun pohonnya embahmu!” Seringkali pendidikan melek finansial berakhir dengan kalimat itu.
Sebuah survei baru oleh CreditsCard.com menemukan bahwa satu dari empat orang dewasa di Amerika Serikat yang memiliki anak di bawah 18 tahun mengatakan bahwa orang tua mereka tidak memberikan pelajaran tentang uang ketika masih anak-anak. Begitu juga di sekolah yang tidak mengajarkan practical life bagaimana anak mengenal uang sejak dini.
Lalu bagaimana orang tua dapat mengajarkan kebijaksanaan keuangan kepada anak-anak mereka dengan cara praktis yang akan bermanfaat sepanjang hidup mereka?
1. Jelaskan dari mana uang itu berasal
Menurut Rachel Cruze, pakar keuangan pribadi dan penulis Smart Money Smart Kids: Meningkatkan Generasi Selanjutnya untuk Menang dengan Uang, mengatakan, “Ketika Anda mengajari anak-anak Anda tentang uang, penting untuk mengajar mereka dari mana asalnya. Uang tidak hanya datang dari dompet ibu dan ayah. Ketika Anda bekerja, Anda dibayar. Ketika Anda tidak (bekerja), Anda tidak dibayar. ”

Kuncinya adalah berulang kali menunjukkan hubungan antara pekerjaan dan uang

dan ajarkan tiga prinsip utama pengelolaan uang yakni, memberi, menabung, dan membelanjakan
2. Ajak anak-anak berbicara tentang anggaran keluarga
“Saya telah menemukan bahwa cara terbaik untuk mengajari anak-anak Anda tentang uang adalah dengan mengajak mereka berdiskusi tentang anggaran keluarga,” kata Leif Kristjansen, pendiri FiveYearFIREescape.
Dengan mendiskusikan anggaran keluarga, Leif menemukan bahwa anak-anak akan melihat bagaimana susahnya orang tua bertanggung jawab membayar tumpukan tagihan dan masalah kehidupan. Dan anak-anak secara alami ingin meniru orang tua mereka sehingga mereka akan mulai berpikir tentang pengeluaran dan cara menguranginya.
Pembicaraan uang ini harus santai dan bahkan dapat dilakukan di meja makan. Jika anak-anak Anda terlalu muda untuk benar-benar berpartisipasi, itu tidak masalah. Tujuannya di sini adalah untuk sekadar merasa nyaman berbicara tentang uang sebagai keluarga tanpa stigma atau stres.

3. Berikan uang tunai untuk ulang tahun

Jika anak anda berulang tahun, pertimbangkan untuk memberikan uang tunai kepadanya sebagai hadiah. Ini tidak hanya menghemat waktu Anda untuk berbelanja, namun juga memberdayakan anak-anak untuk melakukan matematika dan menjadi cerdas serta membuat keputusan mau diapakan uang itu, berdasarkan anggaran yang dia punya.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/