Atap Sekolah Dibiarkan Bolong

Atap Sekolah Dibiarkan Bolong

Atap Sekolah Dibiarkan Bolong

Atap Sekolah Dibiarkan Bolong

Hingga kemarin (27/1), sejumlah sekolah yang rusak parah akibat dihantam badai yang melanda Padang Senin (25/1) belum diperbaiki. Pihak sekolah mengaku tak punya dana untuk perbaikan. Dinas Pendidikan Kota Padang pun masih menunggu sinyal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-PK).
sekolah atap bolong
Padang Ekspres/JPG

MEMPRIHATINKAN: Gedung sekolah di Padang yang atapnya masing bolong-bolong.

Beberapa sekolah yang terkena dampak badai, yaitu SMAN 16 Padang, SMAN 13 Padang, MTsN Duriantarung, SMK Pertanian Pembangunan (SMK PP Padang) sudah memulai kembali proses belajar mengajar (PBM). Khusus SMAN 13 Padang, siswa terlebih dahulu gotong royong membereskan puing-puing bangunan dan sampah akibat badai.

SMAN 13 dan SMAN 16 Padang tidak ada tanda-tanda perbaikan sedang dan akan dilakukan. Gedung MTsN Duriantarung dan SMK PP Padang langsung diperbaiki pihak sekolah.

Para siswa di SMAN 16 dan SMAN 13 Padang belajar di kelas yang atapnya bolong-bolong. Untung masih ada plafon sehingga siswa tidak kepanasan saat belajar.

Kepala SMAN 16 Padang, Amriman M mengatakan, kondisi fisik sekolah masih baik,

yang rusak atap beberapa ruang belajar. ”Sembilan ruang belajar sebagian besar rangka atap dan atapnya terlepas,” ungkapnya.

Amriman mengatakan, pihaknya belum melakukan perbaikan karena masih mendata kerusakan dan masih terkendala dana.

Amriman memaparkan, selagi cuaca cerah, bolongnya atap sekolah tidak akan mengganggu aktivitas PBM

. Namun, jika terjadi hujan, siswa tidak akan bisa belajar, bahkan loteng sekolah terancam rusak ditimpa air hujan.

”Apabila hujan turun, otomatis air hujan akan langsung membasahi loteng, kalau dibiarkan loteng akan rusak. Saya berharap Pemko segera turun tangan mengatasi permasalahan ini,” ulasnya.

Dia menuturkan, ruang belajar yang rusak tersebut yaitu kelas X1, X5, X8, XI A3, XI S5, XII A2, XII S1, XII S 4 dan ruangan kepala sekolah serta ruangan tamu. Namun yang paling parah kondisinya adalah ruangan belajar kelas X 5, atapnya hampir sebagian terlepas. Selebihnya hanya rusak ringan, beberapa atap saja yang terlepas. ”Kerugian diperkirakan sekitar Rp 30 juta,” pungkasnya.

Ketua OSIS SMAN 16 Padang, Adiwidia Umara mengaku prihatin dengan kondisi sekolah pascabadai

. Dia berharap sekolahnya dapat diperbaiki secepatnya agar siswa dapat belajar nyaman.

Di SMAN 13 Padang yang terletak di Sungaibangek kondisinya tak jauh berbeda. Belum ada tanda-tanda perbaikan sama sekali. Atap sekolah masih terihat bolong-bolong sedangkan para siswa pulang lebih awal.

Sarah Indah, 17, siswa kelas XII IPA 2 mengatakan, meski tetap ke sekolah, namun kegiatan PBM tidak efektif. Mereka hanya gotong royong membersihkan sisa-sisa angin puting beliung. ”Kami tadi tidak belajar, kegiatan hanya goro bersama. Besoknya (hari ini, red) kami belajar seperti biasa namun kegiatan belajar di bagi menjadi dua shift, yaitu shift pagi kelas XI dan kelas XII dan sif Siang kelas X,” terangnya.

 

Sumber :

https://gumroad.com/l/bisnis